Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Features
Terobosan Kadus Kertapura Kesiman Kertalangu

Yang Bisa Tangkap Pembuang Sampah Sembarangan Dapat Rp 1,5 Juta

27 November 2018, 18: 55: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Yang Bisa Tangkap Pembuang Sampah Sembarangan Dapat Rp 1,5 Juta

KADUS: Kepala Dusun Kertapura, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar menunjukkan peraturan larangan buang sampah sembarangan di banjar setempat, Selasa (27/11). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kepala Dusun Kertapura, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar, I Nengah Muliasa punya terobosan terkait penanganan sampah di wilayahnya. Dia bakal memberikan imbalan sebesar Rp 1,5 juta kepada warganya yang menemukan pelaku buang sampah sembarangan. Dan uang itu dikeluarkan dari kantongnya sendiri.

Muliasa menjelaskan dirinya sudah sangat jenuh dengan perilaku warganya yang berawal tidak peduli terhadap lingkungan. Bahkan sering ditemukannya sampah yang ada di selokan depan rumah warga. "Pada awalnya saya sering yang membersihkan sampah di selokan rumah warga, dan saya taruh di depan pintu masuknya agar mereka sadar sendiri," terangnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Selain itu, semenjak ia menjadi kepada dusun pada 11 tahun lalu, sudah mulai melakukan gagasan agar masyarakatnya sadar akan kebersihan. Pada awalnya ia menempelkan pengumuman melalui kertas dan sepanduk di sepanjang  dusun Kertapura. Namun hasilnya tidak ada sama sekali. Bahkan berlulang kali ia juga mengintip pelaku yang membuang sampah tak juga ditemukan.

Sampai akhirnya muncul gagasan terbaru ini. Yaitu dengan memberikan imbalan sebesar Rp 1,5 juta bagi orang yang menangkap basah pembuang sampah sembarangan.

"Sejak awal gebrakan saya itu selalu sendiri memantau pada jam rawan, tidak juga ketemu pelakunya. Ketimbang sakit mending saya keluarkan uang dari saku sendiri untuk imbalan itu," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muliasa mengaku kenapa berani mengeluarkan uang sejumlah itu lantaran pengaruhnya akan sangat banyak sekali. Dengan imbalan yang cukup besar, banyak orang yang berebut akan ikut memantau dan mencari pelaku. Selain itu, pelakunya juga akan berpikir membuang sampah karena akan dibawa ke banjar dan dibawa langsung ke pihak berwajib.

Sedangkan syaratnya yang berhak mendapatkan imbalan tersebut bagi mereka memergoki pelaku membuang sampah. Kemudian dibuktikan dengan sampah yang dibuangnya tersebut dan dibawa langsung ke Balai Banjar Kertapura, Kesiman Kertalangu. Setelah itu baru Muliasa akan membawa pelaku ke ranah hukum  dan pihak yang berwenang di Denpasar.

"Saya sudah berusaha menyadarkan masyarakat dengan gerakan dan terobosan ini. Jadi kalau pihak yang di atas tidak serius maka tidak akan selesai-selesai masalah sampah ini. Di banjar saja berani memberi imbalan sebesar itu, masak yang di atas banjar lagi tidak mau bergerak, dan hanya segitu-segitu saja," papar dia.

Ketika permasalahan sampah yang dilakukan dengan sistem tersebut, ia berpendapat tidak akan ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Apalagi diberikan imbalan bagi penangkap pelaku yang membuangnya. Bahkan Muliasa sendiri mengklaim di banjarnya yang pertama membuat aturan tersebut.

"Nah untuk mengatasi sampah yang ada, kita bentuk petugas yang mengangkut sampah rumah tangga dan sampah lainnya. Setiap pagi warga di banjar ini tinggal menaruh di depan rumah yang akan diambil oleh petugas kita. Cukup warga bayar dengan Rp 10 ribu saja per bulan," imbuhnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia