Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Features

Es Puter Legendaris Pak Mo di Tabanan; Jualan Sejak Tahun 80an

28 November 2018, 18: 54: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Es Puter Legendaris Pak Mo di Tabanan; Jualan Sejak Tahun 80an

SEGAR : Iyem, istri Pak Mo saat menyiapkan es puter untuk pembeli, Rabu (28/11). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, TABANAN - Saat cuaca panas terik, es memang menjadi makanan atau minuman yang paling dicari untuk melepas dahaga. Salah satu pedagang es yang memiliki banyak penggemar sejak tahun 80an adalah pedagang es puter yang berlokasi di lantai dasar bangunan bekas pusat perbelanjaan Toko Kawan, Tabanan.

Es puter yang dijual tak jauh berbeda dengan es puter pada umumnya. Bertekstur lembut, dan dingin sehingga sangat cocok dinikmati kala cuaca panas. Ditambah potongan roti tawar, bijik mutiara serta toping susu vanilla dan cokelat yang membuat citarasa es puter buatan Pak Katimo, 72, ini banyak digemari masyarakat Tabanan.

Es Puter Pak Mo, begitu lah masyarakat sering menyebut es puter yang dijual di lantai dasar bangunan bekas pusat perbelanjaan Toko Kawan, tepatnya di timur Pasar Tabanan. Es ini bisa dikatakan es legendaris. Karena sudah dijual sejak tahun 80an dan masih bertahan hingga saat ini.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), pedagang Es Puter Legendaris tersebut, Pak Katimo, 72, menuturkan jika ia sejatinya telah berjualan es puter sejak tahun 1973 namun ketika itu ia berjualan di daerah Denpasar. Selanjutnya sekitar tahun 1985 ia pindah berjualan ke Tabanan. “Dan sejak tahun 1985 itu memang berjualan di Toko Kawan ini, sampai sekarang. Tetapi dulu agak di depan, sekarang di dalam,” ujarnya.

Konsistensi rasa es puter yang ia buat sendiri tersebut membuat es puter Pak Mo ini selalu diincar pembeli dan bisa bertahan hingga saat ini. Menurutnya, bahan-bahan yang ia gunakan dalam membuat es puter sangat ia perhatikan dan tidak mengandung bahan-bahan kimia seperti pemanis buatan. “Bahan-bahannya ya biasa, ada santan, gula,” sambungnya.

Katimo yang ditemani sang istri, Iyem, 65, menjajakan dagangannya setiap hari mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita. Satu porsi es puter dihargainya Rp 3.500, dimana dalam satu porsi es terdapat potongan roti tawar, bijik mutiara, kemudian diisi toping susu vanilla dan cokelat diatas es. “Kalau dulu harganya Rp 5 rupiah, sekarang sudah Rp 3.500 per porsi,” ungkap ayah tiga orang anak tersebut.

Tak heran jika es puter buatan Katimo pun sering dipesan khusus oleh masyarakat untuk acara-acara tertentu, seperti resepsi pernikahan, arisan, dan berbagai acara lainnya. Dan dalam satu hari berjualan, es puter Pak Mo ini bisa laku terjual hingga 350 porsi. “Mau cuaca panas atau dingin, ada saja yang beli. Tetapi pernah tidak laku seharian saat hujan deras,” sambungnya.

Kendatipun demikian, es puter buatan pria yang kini tinggal di daerah Desa Dauh Peken, Tabanan, ini telah memiliki pelanggan dan selalu dicari ketika masyarakat berkunjung ke Pasar Tabanan, baik untuk dinikmati langsung maupun dibawa pulang untuk oleh-oleh.

Salah seorang pembeli, Trisna, 23, mengatakan bahwa sering kali membeli es puter Pak Mo jika berbelanja ke Pasar Tabanan. Menurutnya es puter buatan Katimo enak dan cocok dinikmati saat cuaca panas. “Porsinya juga pas, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, dan cocok dimakan saat panas-panas,” ungkapnya. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia