Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Sportainment

Widodo Mundur, Soal Dugaan “Main Mata”, Ini Jawabannya

29 November 2018, 21: 30: 03 WIB | editor : I Putu Suyatra

Widodo Mundur, Soal Dugaan “Main Mata”, Ini Jawabannya

PAMITAN: Widodo C Putro saat berpamitan dengan para pemain Bali United di Stadion Tri Sakti, Legian, Kamis (29/1). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kabar mengejutkan datang dari tim Bali United. Jelang menjamu Persija Jakarta, dalam lanjutan pekan ke-33 Liga 1 2018 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu mendatang (2/12) sang pelatih, Widodo C Putro memilih mundur. Kabar itu pun diakui Widodo saat ikut mendampingi latihan sekaligus hadir untuk berpamitan dengan para pasukan Serdadu Tridatu di lapangan Tri Sakti, Kuta, Kamis sore (29/11).

Pelatih asal Cilacap, ini menyampaikan keterangan sekaligus meluruskan desas-desus kabar miring tentang pengunduran dirinya yang sudah beredar di media sosial. “Jadi pada kesempatan ini saya ingin meluruskan beberapa kabar yang terjadi di medsos yang simpang siur. Apakah saya dipecat atau mengundurkan diri. Jadi saya tegaskan, dari kausal kontrak saya di awal, sejak awal tahun 2017 mengatakan jika tiga kali pertandingan berturut-turut kalah, maka hubungan kinerja kontrak putus,” tutur Widodo.

Pemutusan kontrak ini, lanjutnya, telah sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandangani Widodo saat ditunjuk menukangi Bali United bersama managemen Bali United. Padalah, sisa kontrak Widodo bersama Bali United masih tersisa 2 tahun lagi, yang berakhir di tahun 2020. “Jadi pengunduran diri saya ini sudah sesuai kesepakatan dua belah pihak. Dan kemarin juga saya dipanggil Pak Yabes Tanuri membahas hal itu. Ya kalau memang keputusan tersebut sudah ada di dalam kontrak, tentunya saya mundur. Jadi itu yang pasti, karena sudah ada dalam kesepakatan kita. Sebenarnya lagi dua tahun lagi masa kontra saya, tapi saya hanya ingin mematuhi aturan saja,” lanjutnya.

Sementara itu, mantan pelatih Sriwijaya FC ini tidak memungkiri jika pihak manajemen menanyakan tentang performa dan kondisi Bali United saat ini. Namun ia mengaku, kekalahan di tiga laga terakhir bisa menjadi acuan pihak manajemen Bali United. Meski demikian, Widodo berharap agar para pemin Bali United bisa tampil maksimal di dua pertandingan terakhir. Mengingat, Fadhil Sausu Dkk menjadi satu-satunya klub yang bakal bertemu dengan dua tim kandidat kuat juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini, yaitu Persija Jakarta dan PSM Makassar.

“Saya berharap di sisa dua pertandingan ini para pemain bisa fight-lah,” pinta Widodo.

Terkait dengan munculnya rumor miring yang menyebutkan bahwa Bali United berpotensi 'main mata' untuk membantu salah satu klub kandidat juara di musim ini, Widodo dengan tegas membantah adanya isu tersebut. “Hari ini saya mengakhiri kerjasama dengan Bali United, mengacu kepada perjanjian kontrak yang telah disepakati. Kalah tiga kali berturut-turut berakhirnya kerjasama. Jadi jelas, pengunduran ini tidak ada kaitannya dengan isu miring tersebut. Nggak ada sama sekali,” kata Widodo.

Di sisi lain, Yabes Tanuri selaku CEO Bali United mengatakan, bila pihak manajemen Bali United tetap memberikan apresiasi terhadap dedikasi pelatih asal Cilacap tersebut untuk tim Serdadu Tridatu. Yabes Tanuri juga berharap, agar karir Widodo selalu sukses.

"Pastinya kami tetap apresiasi terhadap apa yang sudah diberikan Coach Widodo untuk tim. Semoga kedepannya Coach Widodo semakin sukses dimana pun melanjutkan kariernya sebagai pelatih," imbuh Yabes Tanuri.

Widodo Cahyono Putro bergabung dengan Bali United pada bulan Mei 2017 lalu. Bersama Widodo, tim Serdadu Tridatu pun berhasil mengakhiri kompetisi Liga 1 2017 di peringkat kedua sekaligus berlaga di kompetisi Asia tahun 2018.

Dengan mundurnya Widodo, maka posisi pelatih caretaker dipegang oleh Eko Purdjianto yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih. Eko Purdjianto akan mengemban tugas, setidaknya hingga kompetisi Go-Jek Liga 1 2018 berakhir.
Sebelum meninggalkan pulau Dewata, Widodo pun punya pesan sekaligus kesan bagi orang-orang terdekat yang selama ini terus mendukung perjalanan kepemimpinannya bersama tim kebanggaan masyarakat Bali. Salah satunya adalah para suporter Bali United. Dengan penuh rasa haru, Widodo mengatakan ucapan terimakasih atas kekuatan yang diberikan para suporter selama pertandingan Bali United.

“Khususnya kepada para suporter semeton Bali United yang terus mendukung kami selama ini. Ya, para suporter ini sangat luar biasa bagi saya. Karena mereka adalah salah satu kekuatan kami selama mengarungi laga di tahun 2017 sampai 2018,” ungkap Widodo. Ia juga menghimbau kepada para suporter, agar tetap mengawal tim kebanggaan mereka.”Terus jaga Bali United, siapa yang masuk dan siapa yang keluar, harus tetap kawal Bali United selamanya,” imbuhnya.
Tidak lupa, Widodo juga mengucapkan salam sekaligus rasa terimakasihnya kepada Yabes Tanuri serta para tim pelatih Bali United yang sudah memberikan kesempatan kepadanya. “Saya juga ucapkan terima kasih kepada Bapak Yabes Tanuri dan semua pihak yang sudah memberi kesempatan kepada saya untuk menungkangi tim Bali United. Dan kepada para staf pelatih yang selalu mensuport saya samapi hari ini, terima kasih,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kesannya terhadap para pemain yang selalu bersama-sama selama kurang lebih 1 musim terakhir, Widodo mengaku sangat sulit untuk melangkah pergi. “Tentu para pemain ini seperti anak saya sendiri. Gimana sih rasanya melepas anak, ya rasanya tentu sangat sulit. Rasanya seperti itu,” kata Widodo. “Tapi sepak bola ini kan ibaratnya sepeda. Jadi harus di kayuh terus agar terus berjalan. Datang dan pergi para pemain ataupun pelatih itu sudah hal yang biasa di tim profesional,” tutup Widodo. 

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia