Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Balinese

Malukat Massal, Ada Prosesi Buang Pakaian dan Berteriak

30 November 2018, 19: 52: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Malukat Massal, Ada Prosesi Buang Pakaian dan Berteriak

TERIAK: Peserta malukat massal di Pantai Padanggalak, Sanur melakukan prosesi buang sial dan teriak sekencang-kencangnya, Jumat sore (30/11). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SANUR - Panglukatan massal yang dipimpin 16 praktisi di Pantai Padanggalak, Sanur, Denpasar diisi dengan prosesi buang sial. Prosesi malukat ini sendiri dipimpin oleh para praktisi dari Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) Bali, Jumat sore (30/11).

Prosesi buang sial ini ditandai dengan melemparkan pakaian ke dalam laut sembari berteriak sebanyak 11 kali. Ritual membuang pakaian ke laut merupakan sebuah simbol pelepasan kekotoran yang ada di tubuh ataupun jiwa. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) Bali, Jero Gede Budiasa ketika Bali Express (Jawa Pos Group) saat menyaksikan proses pelaksanaan prosesi penglukatan yang dilaksanakan di pantai padanggalak, Denpasar.

"Jadi di sini kita tak hanya membersihkan tubuh dengan cara mandi atau membasuhnya dengan air laut. Kami menuntun para pemedek untuk membersihkan segala lapis kekotoran baik itu secara, sekala niskala ataupun secara fikiran," ungkap Budiasa.

Yang dimaksud pelepasan secara pikiran adalah dengan cara berteriak sekeras dan sekencang - kencangnya selama 11 kali. "Kan jarang - jarang kita dapat kesempatan berteriak untuk melepaskan penat bukan? Biasanya hanya memendam dan akhirnya jadi penyakit. Kenapa 11 kali? Karena angka sebelas itu dianggap keramat," jelasnya.

Lalu apa makna dari membuang pakaian? Menurutnya prosesi membuang pakaian hanya sebagi simbolisasi membuang segala kekotoran, kemalasan dan kesialan yang selama ini kita bawa. "Istilahnya buang sial, itu hanya simboliasi pelepasan kok, jadi setelah ini semuanya bersih. Dari pikirian, tubuh hingga roh kita pun dianggap bersih. Karena sudah plong dapat berteriak, sekuat tenaga dapat melempar pakaian kelaut, jadi akan siap wadah itu untuk menerima energi positif ketika penyembuhan di asram," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan  Rasa Acharya Prabhuraja Darmayasa, menurutnya acara panglukatan tersebut bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terutama di bidang penyembuhan. "Ya untuk meringankan masyarakat, sakit kan tidak mengenal usia. Kaya miskin bisa saja sakit. Siapa saja bisa punya masalah. Lewat kerjasama dan niat baik kawan-kawan di FKPPAI, maka hari ini bisa terlaksana malukat dan pengobatan massal secara gratis," ungkap Acharya Prabu.

Ia menambahkan para praktisi spiritual memiliki pengobatan dan keahlian yang berbeda. "Kawan-kawan praktisi terdiri dari berbagai latar belakang dan keahlian. Baik dari Bali maupun jawa. Peserta yang ikut melukat pun dari berbagai latar belakang, seperti ini Beliau dari India, hari ini juga ikut malukat d isini. Ibu - ibu itu juga, ketika mendengar hari ini ada prosesi, mereka langsung pesan tiket dan datang untuk ikut prosesi," terangnya.

Para praktisi tersebut di antaranya Master Made Bayu (Gendeng), Raden Bagus Made Bayu Giantara, Mbahkung Buanergis Muryono, Jro Gede Budiasa, Jro Mangku Made Wibawa, Jro Made Sutarma, Ida Bagus Surya Miyasa, Bunda Atik Susiati, Mangku Arya, SH, Romo Cipto Rudaksa, Gede Yuliarsa, Jro Sutarman (Baja), Nyoman Santiarsa Raja Herbal (Toto Bali Kuno), Nyoman Sutana ( Jro mangku Yogiswara ).

Usai pelaksanaan panglukatan, acara kemudia dilanjutkan di Asraham  Rasa Acharya Prabhuraja Darmayasa. "Setelah ini nanti ada penyembuhan, mereka yang nanti akan membantu mengobati para peserta yang ikut melukat sore ini," jelasnya.

Terakhir ia berharap kedepannya acara ngayah seperti ini juga bisa dilaksanakan kembali. "Kedepannya kami juga ingin mengadakan acara serupa, agar keistimewaan mereka juga dapat dirasakan masyarakat luas," ujarnya. 

(bx/tya/bay/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia