Selasa, 26 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Diadudomba dengan Giri Prasta, Koster Sebut Pelakunya Gagal

02 Desember 2018, 20: 31: 24 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diadudomba dengan Giri Prasta, Koster Sebut Pelakunya Gagal

TERTAWA LEPAS: Wayan Koster dan Giri Prasta tertawa lepas saat foto bersama dengan para pemimpin PDIP Bali di Istana Batutulis, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/12). (DPD PDIP BALI FOR BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster menyebut upaya pihak yang ingin mengadudomba dirinya dengan Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta gagal. Dia membuktikan bahwa dirinya dengan Ketua DPC PDIP Badung itu masih solid dengan kebersamaan di Istana Batutulis, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/12).  

Setelah beredar video Koster, Giri Prasta dan istri Koster; Putri Suastini Koster berjoget di acara ulang tahun Kapolda. Kali ini beredar lagi foto Koster – Giri Prasta terlihat sangat lengket. Suasana tersebut muncul di Istana Batutulis, Bogor, Jawa Barat. Kebetulan di sana, PDIP melakukan konsolidasi. Kemudian anak dari Megawati, Prananda Prabowo mengajak para pemimpin di Bali ke Istana Batutulis. Terlihat Koster - Giri Prasta foto bersama, sangat akrab dan tertawa lepas. Terlihat juga pemimpin lainnya, seperti Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara, Wakil Bupati Bangli Sedana Artha.

Dikonfirmasi ke Wayan Koster mengakui memang foto itu adalah foto baru – baru ini di Istana Batutulis Bogor. “Baru pada Sabtu 1 Desember waktu ini. Kami para pemimpin dari Bali, dari PDIP diajak oleh Bapak Prananda (Anak Megawati) ke Istana Batutulis,” ujar politisi yang adalah Ketua DPD PDIP Bali.

Koster mengatakan, bahwa sempat bercanda dan melepas penat. Baginya ini persatuan sangat indah. “Indahnya kebersamaan, indahnya persatuan. Untuk membangun Bali yang santhi dan Jagadhita. Kami semua bersatu,” urai Koster.

Politisi asal Sembiran, Buleleng ini mengatakan bahwa agenda di Batutulis, adalah lanjutan dari agenda Rapat Koordinasi, Kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah yang berlangsung 30 September lalu. “Usai acara, kami ke Batutulis bersama pemimpin dari Bali,” imbuhnya.

Dengan kondisi ini, ada harapan dari kader agar semua jajaran partai bersatu khususnya Kostes - Giri Prasta. Politisi gaek PDIP Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan, sudah semestinya agar pihak – pihak yang ingin memancing di air keruh alias menjadi provokator untuk mengadu domba antara Koster dan Giri Prasta untuk berhenti. Masih banyak pekerjaan yang lebih bagus untuk kepentingan Bali.

“Kami harap jika ada secara internal di PDIP yang malah mengadu domba antara Pak Koster dan Pak Giri, atau dari luar partai, atau dari kelompok professional atau birokrat, kami mohon hentikan. Jangan lagi memperkeruh suasana. Kami harap tobat lah,” harap politisi yang saat ini menjadi sekretaris Komisi III DPRD Bali ini.

Kariyasa Adnyana mengatakan bahwa, apa yang dilakukan demi kepentingan pribadi akan merugikan Bali. Baginya Gubernur dan Bupati/Walikota khususnya Badung sedang merancang arah pembangunan Bali yang kokoh, kuat dan maju. Dengan konsep satu jalur, satu pulau satu tata kelola dan satu komando. “Dengan cara – cara mengadu domba, akan menguntungkan pribadi provokator itu, namun akan merugikan Bali. Ini yang harus disadari,” ujar politisi yang sampai saat ini sudah tiga periode duduk di DPRD Bali.

Kariyasa mengatakan, Koster dan Giri Prasta adalah dua kekuatan besar dari PDIP. Baginya dua pemimpin ini menjadi energy luar biasa bagi PDIP di Bali. Kariyasa berharap baik Koster dan Giri Prasta tetap sama – sama kuat, tetap sama – sama solid dan tidak terpengaruh permainan – permainan kotor kelompok tertentu yang ingin memecah belah. “Kami yakin dua pemimpin ini sangat cerdas, sangat dewasa dan sudah matang urusan politik. Kami yakin tetap solid, bahkan memangt kondisinya sangat solid, ibarat kata sudah seperti saudara (Koster – Giri),” kata politisi asal Busungbiu Buleleng ini.

Dirinya akan terus mendorong, agar sama – sama sukses dalam memimpin Bali dan Badung. “Kami kader PDIP mengharapkan dua panutan pemimpin yaitu Pak Koster dan Pak Giri sukses memimpin dan menjalankan tugas,” pungkasnya.

Seperti halnya berita sebelumnya, beredar rumor jika hubungan Koster dan Giri Prasta pecah. Namun muncul video Koster dan Giri Prasta asyik melantai alias berjoget dalam acara ulang tahun Polda Bali.

Koster mengaku bahwa ada yang mau mengadu domba. “Memang ada pihak yang punya niat buruk berupaya mengadu domba antara saya dengan Pak Giri,” ujar Koster sebelumnya.

Gubernur Bali yang juga Ketua DPD PDIP ini mengatakan, niat buruk pihak – pihak tertentu yang ingin mengadu  domba, kemudian sengaja memanas – manasi untuk merusak hubungan baik Koster dan Giri Prasta tidak akan berhasil. “Tapi saya pastikan upaya buruk tersebut tidak akan berhasil. Buktinya kami masih sangat solid,” kata Koster.

Tak hanya itu Koster juga mengatakan, tidak akan mempan dengan cara – cara untuk memecah belah. Karena dirinya sebagai Ketua Partai atau Ketua DPD PDIP Bali, wajib mengayomi dan wajib membina semua Ketua DPC PDIP se Bali. “Saya Ketua Partai di Bali, wajib membina, mengayomi semua Ketua DPC se Bali. Termasuk Pak Giri yang menjadi Ketua DPC PDIP Badung,” urainya.

Mantan Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP tiga periode ini juga mengatakan, sudah cukup matang di politik. Atau sudah bisa menghadapi permainan – permainan, yang negative. “Saya dipolitik sudah matanglah, jam terbang politik saya sudah biasa menghadapi cara – cara jelek untuk mengadu domba. Apapun upaya yang dilakukan oleh pihak lain, saya tidak akan terpengaruh sedikitpun. Apalagi untuk merusak hubungan saya dengan Pak Giri, tidaklah,” ujarnya.

Bahkan baginya, kalau terus bermanuver untuk merusak hubungannya dengan Giri Prasta akan capek sendiri. “Mereka yang punya niat buruk itu pasti tidak akan direstui alam,nanti akan capek sendiri. Hubungan saya baik sampai saat ini dengan Pak Giri, kami sudah bagaikan saudara,” pungkasnya. 

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia