Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Sportainment

Bali United 1 vs 2 Persija; PENUH DRAMA!

03 Desember 2018, 11: 24: 42 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bali United 1 vs 2 Persija; PENUH DRAMA!

PANAS: Stefano Lilipaly duduk di atas bola menunggu pertandingan yang sempat ditunda lantaran suporter menyalakan flare di dalam stadion tadi malam. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR – Jauh sebelum laga kendang terakhir Bali United lawan Persija Jakarta, dugaan adanya aroma pengaturan skor demi memuluskan langkah Persija menjuarai Liga 1 menyeruak. Aroma ini makin kuat ketika pelatih Widodo C. Putro mundur hanya beberapa hari sebelum laga.

Namun, jelang laga, para pemain bertekad membalikkan tuduhan “match fixing” tersebut dengan berupaya menundukkan Persija. Sayang, hasil kemarin (2/12) justru membuat aroma itu makin kuat. Hal ini juga yang diprotes keras para suporter Bali United. Bahkan, mereka nekat menyalakan flare di Stadion Kapten Dipta Gianyar tadi malam.

Kemenangan Persija pun membuatnya menduduki puncak klasemen sementara dengan meraup 59 poin. Menggeser posisi PSM Makasar yang masih mengantongi 57 poin karena akan melakoni pertandingan tandang melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-33 Liga 1 2018, awal pekan depan. Sementara, Bali United masih berada di posisi 10 klasemen sementara dengan meraup 45 poin.

Duel yang sarat drama ini sudah mulai tampak panas sejak awal babak pertama. Di kubu tim tuan rumah, Bali United mengandalkan beberapa pemain serang, diantaranya Yabes Roni, Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly dan Ilija Spasojevic. Sementara tim tamu masih tetap mengandalkan trio motor penggerak. Di antaranya Riko Simanjutak dan Novri Setiawan demi membantu Macro Simic di lini serang. Laga baru berjalan 6 menit, Persija langsung mencetak gol ke gawang Bali United yang di kawal Dicky Indrayana lewat tendangan keras Sandi Sute.

Memasuki babak kedua, Bali menyerang demi mengejar ketertinggalan. Namun Belum bisa menciptakan gol. Lagi-lagi suasana di stadion nampak tak kondusif. Sejumlah flare dan kembang api menyala bahkan asapnya pun nyaris menutupi sebagian stadion. Wasit pun harus menghentikan pertandingan dengan waktu yang cukup lama sejak menit ke-63. Memanfaatkan kondisi itu, tim tamu mampu memperbesar keunggulan setelah pertandingan dilanjutkan menjadi 0-2 lewat hadiah tendangan penalti. Ramdani Lestaluhu dilanggar pemain belakang Bali United di titik 12 pas dan Marco Simic sukses mengeksekusi tendangan pinalti. Skor berubah menjadi 0-2.

Sebenarnya menit ke 90 Bali United juga layak mendapatkan hadiah penalti akibat Maman Abdurahman yang melakukan hansball di kotak penalti. Sayang, wasit Jumadi Efendi menilai itu bukan sebuah pelanggaran. Akibat keputusan yang dianggap merugikan itu, pemain Bali sempat mengajukan protes keras kepada wasit. Namun itu tetap tidak mengubah keputusan wasit asal Malang itu.

Berkali-kali suporter menyalakan flare. Puncaknya, menit ke-90+5. Kali ini bahkan membuat kiper Persija Andritany Ardhiyasa harus mendapat bantuan oksigen. Laga baru kembali di mulai menit ke 90+13. Namun baru satu menit, wasit sudah meniup pluit tanda laga usai.

Tentu itu membuat penggawa Bali United protes. Apalagi wasit belum menentukan tambahan waktu. Beberapa ofisial Bali juga turut protes. Namun lagi-lagi itu tidak membuat Jumadi Efendi goyah dengan keputusannya. ”Pemain kami tetap konsentrasi meskipun laga beberapa kali terhenti. Kami main sampai akhir dan tetap bersemangat,” ucap pelatih Persija Jakarta Stefano Cugurra Teco.

Persija harus menunggu hasil PSM Makassar Kontra Bhayangkara FC. Gelar juara juga ditentukan pada laga terakhir kontra Mitra Kukar. Itu dengan catatan PSM tergelincir di dua laga terakhir. ”Saya pikir pemain Bhayangkara sangat profesional. Besok (hari ini, Red) mereka pasti tidak mau kalah di kandang,” ucap pelatih asal Brasil itu.

Di sisi lain, meski tampil pincang Bali United sebenarnya mampu mengimbangi Persija. Bahkan unggul 63 persen dalam penguasaan bola. Delapan tembakan mampu dilesatkan, hanya saja tiga yang tepat sasaran.

Menit 90+5 barulah Stefano Liliplay memecah kebuntuan setelah memanfaatkan umpan Ilija Spasojevic. Hanya saja itu masih belum cukup untuk mengejar ketertinggalan.

Usai laga, pelatih caretaker Bali United, Eko Purdjianto mengatakan bahwa pihaknya sudah berjuang untuk bisa memenangkan pertandingan di laga home terakhir. “Terus terang saya apresiasi kepada suporter. Saya tau mereka kecewa. Tapi dari awal saya sudah bilang, kita mau fight dan tidak ingin terpuruk kalah tiga kali secara beruntun. Tapi tadi itu, ritme kita sudah sangat bagus. Kita sudah mulai menyerang. Karena para pemain juga ingin mempersembahkan kemenangan untuk Bali United,” tutur Eko.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia