Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Balinese

Jungkumis Tanggalkan Jabatan, Merasa Lebih Tenang Jadi Peracik Herbal

03 Desember 2018, 11: 45: 43 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jungkumis Tanggalkan Jabatan, Merasa Lebih Tenang Jadi Peracik Herbal

I Dewa Agung Made Suryawan Alias Jungkumis (DIAH TRITINTYA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Jargon hidup adalah pilihan, memang nyata terjadi dalam hidup I Dewa Agung Made Suryawan. Mantan Direktur Marketing Bank Suryajaya Ubud ini, rela melepas kedudukannya demi mewujudkan mimpinya melayani masyarakat lewat usada.

Gaji belasan juta rupiah ditambah tunjangan, ternyata tidak mampu membuat I Dewa Agung Made Suryawan bertahan menjadi direktur marketing. Lantas, apa alasannya ia rela meletakkan jabatan dan kenyamanan finansial yang telah diraih?

"Namanya pilihan, kalau berani sukses ya harus berani menanggung risikonya. Banyak orang yang tidak berani mengambil risiko, tapi rencananya selangit. Kalau begitu, itu hanya angan - angan," ujar laki - laki ramah berperawakan tegap yang biasa disapa Jungkumis ini.
Diakuinya, di tahun 2013 keadaan ekonominya sangat nyaman. "Tapi, bagi saya dorongan untuk keluar dari zona nyaman itu sangat keras," jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group)  di sela - sela peresmian Griya Sehat Universitas Hindu Indonesia, akhir pekan kemarin.

Kumisnya yang tebal tak membuatnya terlihat seram. Namun, sosoknya justru dikenal supel dan ramah. Memiliki track record yang gemilang, membuatnya sampai saat ini masih dipercaya untuk mengajar Manajemen Perbankan di beberapa  Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bali. "Dulu saya sempat bekerja di Bank Sinar Menara, Bank Aken, Bank Campuan, dan terakhir di Bank Suryajaya Ubud, menjabat menjadi Direktur Marketing. Kalau di Bank Campuan selama 10 tahun dan di Bank Suryajaya Ubud tujuh tahun,"terang Jungkumis yang  memulai serius menekuni usada sejak 2013.

Pemilik produk  usada (pengobatan) herbal Jungkumis ini, bercerita tentang prinsip membangun  mimpinya. Kakek dua orang cucu ini mengaku dirinya jauh lebih nyaman dan bahagia, ketika dapat melayani masyarakat lewat healing dan racikan herbal, tinimbang harus berkutat dengan urusan perbankan.

Ketika disinggung soal muasal bisa meracik obat herbal, Jungkumis mengaku sejak kecil sudah terbiasa meracik berbagai tanaman herbal untuk keperluan pribadi. "Dahulu saya sangat senang eksplorasi tentang tanaman obat, terutama yang sering digunakan dalam keseharian, seperti kunyit, kencur, dan bawang. Nah, sepanjang perjalanan itu, akhirnya saya juga menemukan beberapa bahan herbal yang ternyata mempunyai khasiat yang luar biasa," ujarnya.

Salah satunya  adalah bawang berlian yang fungsinya sebagai detox alami. "Banyak yang tidak tahu, ternyata bawang berlian itu merupakan detox alami. Semua penyakit lambung, hingga penyakit maag  akut bisa teratasi," terangnya.

Jungkumis menjelaskan, bawang berlian bentuknya seperti bawang biasa, umbinya berwarna keunguan. Bawang berlian memang jarang ditemukan di pasaran, dan hanya bisa ditemukan di toko - toko tanaman herbal.

Keuletan yang didasari tekad kuat, usada yang ditekuni sejak lima tahun silam ini kini berkembang pesat. Bahkan, kini dirinya menjadi salah satu suplier obat herbal dan jamu di Griya Sehat UNHI Denpasar. "Ya penjualannya sudah sampai Bengkulu, Semarang, Lampung,Jakarta, Surabaya, dan Semarang," ungkapnya.

Dengan harga yang murah, membuat produknya banyak diminati masyarakat. "Target pasarnya semua kalangan," ungkapnya.

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia