Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Kepitu Restaurant Total Manjakan dan Penuhi Selera Wisatawan

03 Desember 2018, 12: 03: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kepitu Restaurant Total Manjakan dan Penuhi Selera Wisatawan

SELERA : Kepitu Restaurant di Desa Bresela, Gianyar, tempat indah bagi wisatawan yang ingin menikmati makanan dengan suasana yang menyenangkan. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Menikmati makanan dengan konsep table manner di restoran berkelas, mungkin sudah lumrah bagi wisatawan. Namun, bagaimana jika masuk restoran mewah dan pelanggannya bisa menentukan sendiri bagaimana konsep bersantap dan menu apa saja yang ingin dinikmati?

Tentu akan menjadi pengalaman yang menyenangkan, bila konsep dan menu yang diinginkan menjadi hak atau diserahkan kepada wisatawan, seperti yang dilakukan Kepitu Restaurant at Jungle yang berlokasi di Jalan Raya Bresela, Gianyar.

Untuk menuju restoran ini, memang diperlukan sedikit perjuangan, karena lokasinya ada di kawasan hutan Desa Bresela, Gianyar. Atau jika ditempuh dari Denpasar, perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Sebagai salah satu restoran yang menyasar pasar utama wisatawan asing, Kepitu Restaurant tidak saja menawarkan beragam jenis makanan lezat, namun juga fasilitas yang unik.

Salah satu fasilitas yang ditawarkan adalah piknik di pinggir hutan sambil menikmati Bubuh Mabasa.  Meski piknik di hutan, tapi wisatawan tidak harus masuk ke dalam hutan, karena lokasi Kepitu Restaurant sudah ada di dalam hutan Desa Bresela.

Chef Kepitu Restaurant I Nyoman Artawa, mengatakan, Bubuh Mabasa ini merupakan salah satu menu favorit bagi wisatawan. "Khususnya untuk sarapan, karena Bubuh Mabasa ini memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang gurih," jelasnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin.

Cita rasanya yang khas masakan Bali, dengan tekstur rasa yang pas di lidah, menjadi daya tarik dari makanan ini.  "Bumbu Bali yang kami gunakan,  kami sesuaikan dengan lidah wisatawan yang tidak suka terlalu pedas, namun cita rasa khas Balinya tidak kami hilangkan. Kami atur penggunaan bumbunya,  yang didominasi oleh bawang merah dan bawang putih," ungkapnya.

Mengenai piknik di pinggir hutan, lanjut Artawa, merupakan fasilitas yang disediakan untuk wisatawan yang ingin menikmati makanan dengan cara yang berbeda.

Untuk mendapatkan nuansa piknik ini, wisatawan akan diajak menikmati makanan di balkon atas restoran dengan latar belakang kawasan hutan desa yang hijau. Para tamu akan diajak untuk duduk lesehan dengan alas tikar pandan. Untuk melengkapi suasana pedesaan, wisatawn diberikan topi atau capil yang terbuat dari anyaman daun kelapa.

Nah, untuk menunya cukup beragam, mulai dari Balinese food, Thai food hingga Western food yang bisa dipilih sendiri oleh wisatawan.  " Yang paling banyak dipesan adalah Balinese food, salah satunya adalah Bubuh Mabasa yang menjadi  menu makanan khas Desa Bresela," lanjut Artawa.

Selain piknik di pinggir hutan, Kepitu Restaurant juga menyediakan beberapa pilihan cara menikmati makanan, seperti bersantap siang di tengah kolam renang atau candle lihgt dinner yang romantis.

Bersantap siang di kolam renang, bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin makan, namun enggan beranjak dari kolam renang. Kepitu Restaurant memiliki beberapa fasilitas yang mendukung aktivitas ini, mulai anyaman rotan besar yang dibentuk nampan, sehingga bisa digunakan sebagai meja apung bagi wisatawan ketika bersantap di kolam renang.

Bagi yang ingin menikmati makan malam romantis , Kepitu Restaurant juga punya beberapa spot yang nyaman, mulai dari sisi kolan renang hingga balkon kayu yang romantis. "Untuk makan malam ini, baik menu maupun dekorasinya kami sesuaikan dengan tema yang diinginkan oleh wisatawan," tambahnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia