Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Features

Longgar, Coba Saja “Renovasi Vagina” yang Bisa Bikin Jadi Remaja

03 Desember 2018, 19: 08: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Longgar, Coba Saja “Renovasi Vagina” yang Bisa Bikin Jadi Remaja

TREATMENT: dr Ni Komang Yeni Dhana Sari Sp.OG saat melakukan treatment vaginal rejuvenation. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Proses penuaan pada manusia tidak saja dialami oleh kulit wajah saja. Organ intim wanita juga mengalami proses yang sama. Sebab akibat proses penuaan ini organ intim mengalami beberapa perubahan. Mulai dari bentuk hingga fleksibilitasnya. Sehingga membawa pengaruh pada kehidupan seks dengan pasangan. Lalu bagaimana cara mengatasi penuaan pada organ intim itu?

"Vaginal rejuvenation adalah sebuah treatment yang bertujuan untuk meremajakan organ intim wanita untuk mengembalkan flesibilitas organ,"  kata dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG dari Bamed Women's Clinic Jakarta ketika ditemui dalam kursus Training courses aesthetic gynecology di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar Senin (3/12).

Dilanjutkn Yeni, saat ini vaginal rejuvenation tidak saja sebagai sebuah tren saja, melainkan sebagai sebuah kebutuhan bagi kaum hawa. Karena dengan adanya treatment ini, bisa meningkatkan kepercayaan diri kaum perempuan.

Menurutnya, proses penuaan pada organ intim wanita ini, tidak disebabkan oleh faktor umur saja. Namun disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari persalinan normal, kecelakaan, hingga faktor bawaan. Faktor tersebut disebutkan Yeni menjadi penyebab utama berkurangnya serat kolagen dan elastin pada vagina.

Peremajaan vagina yang dimaksud ini merupakan prosedur perawatan yang dilakukan di area kewanitaan, meliputi vagina, baik itu pada rongga vagina, dinding vagina, seluruh otot dan mukosa di vagina serta dasar panggul yang mengalami perubahan bentuk dan fungsi akibat proses kehamilan, melahirkan, perubahan hormon maupun menopause.

"Walaupun disebut dengan peremajaan vagina, sebenarnya prosedur ini tidak hanya untuk area internal vagina saja. Melainkan juga area eksternal meliputi area labia mayor, minor, dan klitoris," tambah dokter kandungan yang juga penggagas dari vaginal rejuvenation treatment di Indonesia ini.

Prosedur ini tepat dilakukan jika wanita mengalami kelonggaran dan berkurangnya elastisitas pada vagina akibat perubahan hormon, kehamilan dan persalinan. Selain itu, vagina kering sehingga menyebabkan nyeri pada saat berhubungan seksual atau menyebabkan kepuasan seksual berkurang. Juga tidak bisa menahan air kecil ketika tertawa, kelainan bawaan yang dianggap memerlukan koreksi atau penampilan area kewanitaan yang mulai mengganggu baik fungsi maupun estetikanya.

Kasus yang paling sering dikeluhkan pasien adalah berubahnya anatomi area kewanitaan dan hilangnya sensasi sensual sebelum maupun sesudah melahirkan.

Lantas siapa saja yang bis melakukan treatment ini? Dilanjutkan Yeni, untuk melakukan perawatan ini tidak ada batasan usia untuk peremajaan vagina. Selama ada indikasi dan tidak ada kontra indikasi, siapa saja boleh melakukan.

"Semua prosedur dilakukan tidak saat hamil dan biasanya tiga bulan pascamelahirkan serta boleh dilakukan pada ibu menyusui, namun bagi pasien yang berusia di bawah 17 tahun, harus didampingi oleh orang tuanya," tambah dr. Yeni.

Berapa biaya yang harus dihabiskan untuk "merenovasi" organ intim ini? Saat ini perawatan yang baru bisa dilakukan di Jakarta ini, dibanderol dengan harga Rp 15 juta untuk tiga kali perawatan.  

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia