Senin, 25 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bangkai Anjing Rabies yang Tewaskan Satu Orang Dijual ke Banyuning

03 Desember 2018, 21: 20: 06 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bangkai Anjing Rabies yang Tewaskan Satu Orang Dijual ke Banyuning

RUMAH KORBAN: Rumah milik korban Ni Made M di Dusun Bangah, Desa Panji, Kecamatan Sukasada. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Kasus suspect rabies kembali muncul di Buleleng. Lima orang warga yang tinggal di Banjar Dinas Bangah, Desa Panji, Kecamatan Sukasada digigit anjing positif rabies. Akibatnya, satu orang dinyatakan meninggal dunia pada Senin (3/12) sekira pukul 07.41 Wita.

Kelian Banjar Dinas Bangah, I Gede Kawan mengatakan korban tewas suspect rabies adalah Ni Made M. Wanita 40 tahun asal Dusun Bingin Banjah, Desa Temukus, ini menjadi korban gigitan anjing gila pada tanggal 3 Oktober 2018 lalu.

Korban Ni Made M tinggal seorang diri di salah satu perumahan subsidi kawasan Banjar Dinas Bangah. Ia tinggal di wilayah itu sekitar satu tahun enam bulan. Sepengetahuan Kelian Kawan, korban Ni Made M bekerja sebagai pedagang ikan lele.

Korban digigit anjing lokal berwarna putih yang memang dalam kondisi dilepasliarkan. Bahkan, korban Ni Made M pun sebut Gede Kawan sering memberi makan anjing tersebut, sehingga terkesan seperti anjing peliharaannya sendiri.

“Karena liar, ya katanya sering dikasi makan anjingnya oleh korban. Tapi namanya anjing rabies, pasti selalu mau menggigit dan terlihat ketakutan. Anjing tak akan kenal tuannya. Korban digigit di bagian sekitar payudara dan tangan kanannya,” ujar Gede Kawan, saat ditemui di kediamannya, Senin siang.

Atas peristiwa itu, korban sempat memeriksakan luka bekas gigitan anjing tersebut ke salah satu bidan yang ada di Desa Panji. Rupanya, gigitan itu membawa petaka. Pada Minggu (2/12) sekitar pukul 05.30 wita, Ni Made M dilarikan oleh keluarganya ke RSUD Buleleng. Korban mengeluh lemas, sakit kepala dan selalu ingin tidur.

Malang, baru sehari mendapatkan penanganan medis, wanita asal Kecamatan Banjar, Buleleng ini meninggal dunia. Ia meregang nyawa di ruang isolasi IGD RSUD Buleleng, dengan diagnosa suspect rabies. Jenazahnya kini telah disemayamkan di rumah duka.

Selain korban meninggal Ni Made M, rupanya ada empat warganya lagi yang juga digigit oleh anjing yang sama. Mereka adalah Ketut Ngurah Artana,  50; Ni Komang Novia Rini Putri, 2; Putu Kristian Imanuel Santosa, 5; dan Ida Bagus Komang Adi Kusuma, 21. Keempat korban digigit pada tangggal 4 Oktober 2018 oleh anjing yang sama.

"Terus terang saja, mereka yang digigit tidak ada melapor ke saya. Saya tahu kabar ada warga yang tergigit Minggu malam kemarin. Bahkan anjingnya sudah mereka eliminasi sendiri. Beberapa korban sehabis digigit langsung suntik vaksin,” imbuhnya.

Anehnya, bangkai anjing yang sudah positif rabies diambil oleh seseorang berinisial Komang WSM alias Ribut untuk dijual kepada seorang pedagang RW di kawasan Desa Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

"Setelah dieliminasi, bangkai anjingnya memang tidak dikubur. Lalu warga saya namanya Agus Susila melihat Ribut datang dan mengambil bangkai anjing itu, lalu dijual ke dagang RW kawasan Banyunin. Sangat kami sayangkan ulahnya seperti itu," sesalnya.

Kadus Gede Kawan menambahkan setelah muncul korban meninggal, korban lainnya yang sempat tergigit langsung  Senin pagi tadi ke RSUD untuk minta disuntik vaksin.  Mereka khawatir setelah tahu ada yang meninggal lantaran digigit anjing itu.

Berkaca dari kasus ini, Gede Kawan pun berharap Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng segera melakukan vaksinasi terhadap anjing liar di kawasan Banjar Dinas Bangah. Hanya saja, ia tak menampik jika yang menjadi kendala adalah minimnya kesadaran warga yang masih melepasliarkan anjing piaraannya.

"Kalau ada program vaksin masal, warga sering menolak untuk anjingnya divaksin. Katanya kalau divaksin, anjingnya justru mati. Inilah yang menjadi kendala, pengetahuan warga soal bahaya rabies masih sangat minim," bebernya.

Sementara itu Ni Luh Putu Eka Wahyuni, 24, ibu dari salah satu korban yang tergigit anjing rabies bernama Putu Kristian Imanuel Santosa, 5 mengaku jika buah hatinya itu digigit pada 4 Oktober, sekitar pukul 08.00 wita. Kala itu, buah hati pertamanyaitu sejatinya hendak mengusir anjing tersebut, lantaran masuk ke dalam halaman rumahnya.

"Pas buka pintu gerbang anjingnya masuk. Langsung gigit anak saya pada bagian kepala dan punggung. Langsung dibawa ke RSUD untuk divaksin. Terus sempat juga dibawa ke Puskesmas Sawan untuk divaksin lagi sebanyak dua kali. Jadi total 3 kali divaksin,” ujar Eka.

Atas kejadian ini, Kepala Dinas Pertanian, Nyoman Genep pun mengimbau kepada masyarakat agar hewan-hewan peliharannya dipelihara dengan baik, divaksin, dan tidak dilepas liarkan. Pihaknya pun mengkaji terlebih dahulu terkait  jumlah anjing liar yang ada di wilayah Desa Panji, untuk kemudian menentukan langkah apakah akan melakukan eliminasi masal pada anjing-anjing liar atau tidak.

"Sebenarnya vaksin itu kan gratis. Terkadang anjing piaraan diliarkan ini juga membuat kami sulit mengendalikan saat melakukan vaksinasi. Kalau di eliminasi katanya kurang manusiawi. Jadi tolong lah kesadaran masyarakat untuk memelihara anjingnya dengan cara diikat dan divaksin," jelasnya.

Di sisi lain, Bali Express (Jawa Pos Group) ini sempat mendatangi rumah duka korban Ni Made M. Hanya saja pihak keluarga yang diwakili kakak korban enggan berkomentar. Mereka mengaku mengikhlaskan kepergian korban yang akan diaben pada Rabu (5/12) besok.“Kami ikhlas. Mungkin ini jalannya. Minta tolong kami sedang berduka, mohon pengertiannya agar tidak diekspos berlebihan,” singkatnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia