Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

FHB Minta Polri Datangkan Penghina Dewa Hindu, Ini Tujuannya

04 Desember 2018, 11: 25: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

FHB Minta Polri Datangkan Penghina Dewa Hindu, Ini Tujuannya

MELAPOR: Forum Hindu Bersatu melaporkan akun Edoputra Banjaranah ke SPKT Polda Bali, Selasa (4/12). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Sebanyak 20 orang dari Forum Hindu Bersatu (FHB) melaporkan pemilik akun yang telah melakukan penistaan agama Hindu, Edoputra Banjaranah ke SPKT Polda Bali, sekitar pukul 10.00, pada Selasa (4/12). Mereka menuntut Polda Bali mendatangkan pelaku ke Bali untuk brainwash (cuci otak). Bahkan, ketua Umum Forum Hindu Bersatu, I Made Suarna alias Broo Yoga mengaku siap menanggung tiket pulang pergi pelaku.

Menurut Broo Yoga, pelaku diduga tinggal di Payakumbuh, Sumatera Barat.  "Kami tidak perlu berproses hukum, dengan kerendahan hati saja cukup. Legawa itu istilahnya. Kami mendorong Polri untuk bersikap dan bertindak. Karena Hindu tidak mengajarkan kekerasan, kami menempuh jalur-jalur yang tepat dan benar,"ungkapnya di depan SPKT Polda Bali, Selasa (4/12).

Pihaknya hanya meminta Polda Bali mampu mengusut pelaku dan  mendatangkan pelaku ke Bali. Untuk kemudian dipertemukan dengannya. Karena Broo Yoga dan umat Hindu lainnya berkeinginan untuk melakukan brainwash kepada pelaku.

Pihaknya pun siap merogoh kocek untuk menanggung tiket pelaku pulang pergi. Lantaran hanya ingin kejadian serupa tidak terulang lagi. Apalagi di tengah-tengah semangat menjaga keutuhan bangsa. Dan juga imbauan penggunaan media sosial yang arif dan bijaksana, menolak segala macam bentuk hoaks dan ujaran kebencian. Postingan seperti itu pun disebut sudah ratusan kali lalu lalang di media sosial.

"Brainwash dulu otaknya, bahwa Indonesia didirikan dari Sabang sampai Merauke. Kami tidak menuntut secara hukum, yang pasti dia (pelaku) datang dan meminta maaf. Bahwa kita adalah benar-benar saudara di bawah satu tiang bendera," ungkapnya.

Berawal dari info di grup Metro yang memajang postingan tak pantas milik pelaku. Dengan tulisan "Inilah makanan para dewa agama Hindu" yang disertai foto kotoran manusia. Hingga kemudian memancing kekesalan dan amarah para umat Hindu. Dari situ kemudian Forum Hindu Bersatu melaporkan ke SPKT Polda Bali sebagai upaya meredam kemarahan tersebut.

Menurut Broo Yoga postingan penistaan itu diupload pelaku sekitar 4 hari sebelum pihaknya mendatangi Polda Bali. Pihaknya berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, yang berakhibat terjadinya gesekan dan memecah belah bangsa ini. Memang ini bukan kali pertama melaporkan kejadian serupa. Sebelumnya salah satu oknum dari Jember Jawa Timur terpaksa juga di proses lantaran yang merendahkan agama Hindu dan penganutnya dengan postingan tulisan seronok. Setelah itu diambil tindakan hukum pelaku akhirnya meminta maaf.

"Yang dulu akun di Jember mengatakan para rohaniawan Hindu ibarat iblis. Yang kedua m*m*knya orang Hindu walaupun punya suami sekalipun gampang ditiduri. Dan bau hanya Rp 50 ribu," ungkapnya.

Pihaknya berharap kepada Polda Bali agar mendata dan memantau grup yang ada di Bali ini. Sehingga nantinya semua tertata dan terbina dengan baik.

(bx/afi/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia