Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Kolom

Reuni Akbar 212: Lagu Hina Presiden hingga Kampanye Terselubung

Oleh: Sapri Rinaldi*

04 Desember 2018, 15: 01: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Reuni Akbar 212: Lagu Hina Presiden hingga Kampanye Terselubung

Ilustrasi (jpnn)

REUNI 212 yang berlangsung kemarin (2/12) di Kawasan Monas sangat terlihat unsur politik praktis. Hal ini sangat tidak sesuai dengan yang disampaikan oleh Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak ketika bersumpah bahwa reuni 212 tidak ada agenda politik.

Bahkan, dalam sumpahnya, Yusuf Muhammad Martak dengan menggunakan nama Allah untuk menyakinkan mengenai agenda reuni 212.

Namun, sumpah tersebut sangat kontradiksi pada pelaksanaan kegiatan reuni 212. Hal ini dapat dinilai dari ceramah Ketua FPI Habib Rizieq Shihab untuk memilih calon pemimpin berdasarkan I’jtima Ulama. Walaupun tidak disebutkan secara eksplisit, namun dapat dipastikan bahwa isi ceramah untuk memilih Paslon Prabowo-Sandi.

Kekhawatiran mengenai adanya agenda politik dibalut kegiatan agama telah terbukti pada reuni 212. Hal ini pula dikhawatirkan akan meningkatkan politik identitas agama yang berakibat pada polarisasi atau terjadinya bipolar pada masyarakat.

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan reuni 212, terdapat pemutaran lagu berjudul “Astagfirullah Punya Presiden si Raja Bohong”. Lagu yang diputar melalui pengeras suara di atas panggung acara tersebut kemudian dinyanyikan serentak peserta reuni.

Lagu “Astagfirullah Punya Presiden si Raja Bohong” diputar setelah panitia memutar pidato Rizieq Shihab. Berikut lirik lagunya,

Rakyat dibohongi, janji diingkari, ulama dizalimi, amanat dikhianati

Rakyat dibohongi, janji diingkari, ulama dizalimi, amanat dikhianati

Soal kecil, bohong, soal besar, bohong, semua janji, bohong, dia si raja, bohong

Soal kecil, bohong, soal besar, bohong, semua janji, bohong, dia si raja, bohong

2019, ganti presiden yang tidak cerdas. 2019, ganti presiden yang tidak jelas

2019, ganti presiden yang tidak cerdas. 2019, ganti presiden yang tidak jelas

astaghfirullah, astaghfirullah, punya presiden si tukang bohong

astaghfirullah, astaghfirullah, punya presiden si raja bohong,

astaghfirullah, astaghfirullah, punya presiden si tukang bohong

astaghfirullah, astaghfirullah, punya presiden si raja bohong

Lagu ini berisi ajakan mengganti presiden yang disebut suka bohong. Padahal Bawaslu telah melarang Reuni 212 dipakai untuk kampanye ataupun melakukan penghinaan dan ujaran kebencian terhadap capres-cawapres 2019. 

Meninjau lirik tersebut, lagu “Astagfirullah Punya Presiden si Raja Bohong” mengarah pada black campaign yang dilakukan oleh reuni 212 terhadap Presiden Joko Widodo yang saat ini merupakan calon petahana.

Hal ini tentu merupakan pelanggaran bahwa adanya black campaign dan kampanye terselubung di kawasan Monas. Mencatut peraturan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 1389/07.17 tanggal 18 Juli 2008 tentang Lokasi-Lokasi Larangan Pemasangan Alat Peraga Kampanye dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Nomor 39 Tahun 2013 tentang Ketentuan Lokasi Kampanye dan Pemasangan Alat Peraga Kampanye di DKI Jakarta  menyatakan bahwa kawasan Monas serta kawasan protokol (ring 1) dilarang digunakan sebagai area kampanye. 

Meninjau secara keseluruhan kegiatan reuni 212, Mahfud MD menyatakan ukuran keimanan tidak bisa ditentukan dari hadir atau tidaknya di acara reuni 212. Selain itu, Mahfud tidak sepakat dengan pernyataan netizen tersebut yang dianggap terlalu over-generalisir. Secara tegas Mahfud menyampaikan, acara reuni 212 tersebut bukanlah persoalan iman.

*) Pengamat Sosial dan Politik

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia