Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Listrik di Nusa Penida Sering Padam, Ini Jawaban PLN

04 Desember 2018, 15: 11: 05 WIB | editor : I Putu Suyatra

Listrik di Nusa Penida Sering Padam, Ini Jawaban PLN

BERI PENJELASAN: Manajer UP3 Bali Timur PLN Distribusi Bali Ansats Pram Andreas Simamora (kiri) bersama Manajer Operasional IP Wayan Suda. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Pihak PLN Distribusi Bali dan Indonesia Power (IP) menjelaskan, terkait listrik sering padam di beberapa desa di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.  Disebutkan, pemadaman sering terjadi karena kabel putus tertimpa pohon tumbang akibat cuaca buruk. Selain itu,  beberapa jenis binatang juga dituding menjadi perusak jaringan. Di antaranya tokek, tupai, tikus, ular dan kera.

Manajer Operasional IP Wayan Suda menjelaskan, pemadaman listrik karena kerusakan pembangkit tidak pernah terjadi di Nusa Penida. Bahkan saat masa pemeliharaan pembangkit pun tidak sampai terjadi pemadaman bergilir. Karena ketersediaan listrik di Nusa Penida surplus. Kapasitas listriknya mencapai 12 Megawatt. Sedangkan rata-rata beban 6,5 Megawatt.

 “Kami masih ada cadangan. Walaupun ada pemeliharaan dari sisi pembangkit, bisa dipastikan tidak pemadaman,” ungkapnya, Senin (3/12) kemarin.

Ia menegaskan, pemadaman listrik yang sering terjadi karena faktor eksternal, yakni pohon tumbang dan gangguan binatang.

Pada kesempatan yang sama, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Timur PLN Distribusi Bali Ansats Pram Andreas Simamora menjelaskan, saat musim hujan sering terjadi pohon tumbang menimpa jaringan listrik. Selain itu, binatang juga menjadi faktor pemadaman listrik. Misalnya, binatang masuk ke pembangkit atau merusak kabel.  Hal itu karena jaringan melewati daerah-daerah  yang rawan gangguan. Seperti perbukitan, areal perkebunan  yang menjadi sarang binatang. Seperti tupai, tokek, ular dan kera.  Atas kondisi itu, pihaknya mengaku terus berusaha memindahkan jaringan ke tempat yang lebih aman. “Itu bertahap,” tegas Andreas didampingi beberapa pejabat PLN lainnya.

Ia membeberkan, pelanggan listrik di Nusa Penida saat ini 16.863 pelanggan. Pelanggan terbesar adalah rumah tangga yang mencapai 73 persen. Sebesar 21 persen adalah komersil atau bisnis. Sisanya industri  dan publik. Sedangkan penyaluran listrik sebesar 83 persen dimanfaatkan rumah tangga. Ia pun menegaskan, kapasitas litrik mencapai 12 Megawatt. Beban puncak tertinggi 2018, yakni  16 Juni  tembus 7,25 Megawatt. Melihat ketersediaan listrik, dibandingkan dengan pemakaian, masih dalam posisi aman.  

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Nusa Penida mengeluhkan pelayanan listrik yang sering padam. Salah seorang warga Desa Bungamekar,  Ketut Setyawan mengatakan, pemadaman listrik bisa sampi tiga kali dalam sehari. Hal itu jelas merugikan pelanggan. “Lagi padam, lagi hidup. Barang-barang elektronik cepat rusak,” ujarnya belum lama ini. Pemadaman listrik terjadi sebulan terakhir.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia