Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Setelah Jadi Tersangka, Sudikerta Dicopot sebagai Ketua Golkar Bali

04 Desember 2018, 19: 48: 54 WIB | editor : I Putu Suyatra

Setelah Jadi Tersangka, Sudikerta Dicopot sebagai Ketua Golkar Bali

TERIMA SK: Gede Sumerjaya Linggih (dua dari kiri) didampingi Sugawa Korry (paling kiri) saat menerima SK sebagai Plt Ketua DPD Golkar Bali, Selasa (4/12). Ketut Sudikerta (foto kiri). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pepatah itu cocok dengan nasib politisi senior yang mantan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta. Setelah kalah dari pertarungan Pilgub Bali, kini dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali. Tidak itu saja. Sekarang jabatan sebagai Ketua DPD I Golkar Bali pun dicopot. Pucuk pimpinan tertinggi Golkar Bali saat ini dipimpin oleh Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, sebagai Plt (Pelaksana Tugas).

Pencopotan Sudikerta sebagai ketua DPD Golkar Bali dilakukan dalam rapat DPP, Senin malam (3/12). Rapat yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto, itu juga langsung menunjuk Gede Sumarjaya Linggih alias Demer sebagai pelaksana tugas (Plt). Politisi yang saat ini menjadi Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali dan Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, ini akan merangkap jabatan memimpin Golkar Bali.

“Sudah diputuskan dalam rapat kemarin malam (Senin 3 Desember), namun tadi pukul 16.00 Wib diserahkan SK-nya, yang menunjuk saya menjadi Plt Ketua DPD I Golkar Bali,” jelas Demer saat dikonfirmasi.

Menurutnya, Ketua Koordinator Bidang Kepartaian Ibnu Munzir, atas nama Ketua Umum DPP Golkar didampingi jajaran Korbid Kepartaian menyerahkan SK DPP Golkar nomor Kep 362/dpp/golkar/xii/2018 yang ditandatangani oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk F.Paulus tentang pemberhentian Ketua DPD Golkar Bali dan Penunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD  Golkar Bali.

SK tersebut diterima langsung oleh Gede Sumarjaya Linggih, selaku penerima  mandat sebagi Plt, didampingi Sekretaris DPD Golkar  Bali Nyoman Sugawa Korry.

Penjelasan dari Ibnu Munzir, memastikan bahwa terbitnya SK ini sudah melalui proses pembahasan yang intensif. Bahkan sudah dipastikan sejalan dengan Peraturan Organisasi Partai Golkar. Menurutnya, pertimbangan mendasar DPP adalah memberikan kesempatan kepada Sudikerta untuk lebih fokus dan konsentrasi dalam menghadapi kasus hukumnya.

“Intinya Pak Ibnu Munzir menyampaikan langkah untuk memberhentikan Sudikerta, sudah sesuai dengan peraturan organisasi Partai Golkar. Termasuk juga terkait pakta integritas, dan untuk memberikan Ketut Sudikerta fokus dalam menuntaskan masalah hukumnya,” urai Demer.

Politisi gaek yang sudah tiga periode duduk di DPR RI, ini mengatakan, langkah ini juga untuk kelancaran proses pemenangan pemilu, menyongsong Pileg dan Pilpres. Sehingga Sudikerta tetap fokus atas masalahnya. Sedangkan proses pemilu tidak terpengaruh.

Selanjutnya, Demer selaku Plt mengajak seluruh jajaran partai untuk memberikan empati, simpati dan doa serta dukungan moral kepada Ketut Sudikerta. Supaya bisa segera mengatasi dan menyelesaikan masalah hukumnya. Serta mengajak pada seluruh jajaran kader Golkar untuk tetap solid. “Bekerja keras dan bahu membahu, mewujudkan kemenanga pileg maupun pilpres,” kata Demer.

Dia juga mengatakan dalam waktu dekat, akan mengundang seluruh jajaran pengurus pleno, pimpian Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa Seluruh Bali. “Kami akan melakukan konsolidasi dalam waktu dekat,” kata dia. 

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia