Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Resahkan Warga Karangasem, Satu ODGJ Ditangkap, Satu Lagi “Hilang”

05 Desember 2018, 07: 23: 06 WIB | editor : I Putu Suyatra

Resahkan Warga Karangasem, Satu ODGJ Ditangkap, Satu Lagi “Hilang”

DIANTAR PULANG: Polisi Pamong Praja menggandeng ODGJ yang meresahkan warga kemarin. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karangasem mengamankan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jalan Sudirman, Amlapura atau seberang SMA PGRI Amlapura, kemarin (4/12). ODGJ perempuan yang diketahui bernama Wayan Siti itu diamankan karena meresahkan warga.

“Kami amankan karena ada laporan warga. Katanya meresahkan,” ujar  Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Karangasem, I Gede Arianta Pariatna.

Berdasar keterangan warga, Arianta mengungkapkan ODGJ itu sering keliling Kota Amlapura. Masuk ke sejumlah toko atau warung di Kota Amlapura. Dikasih tahu baik-baik, kadang-kadang membentak. Jadinya warga takut dia ngamuk. Selain itu, ODGJ tersebut juga jorok, buang air besar (BAB) di sembarang tempat. Setelah diamankan, diserahkan ke Dinas Sosial Karangasem. “Jorok itu juga jadi keluhan warga. Saat kami amankan dia tidak melawan,” terang Arianta.

Selain mengamankan ODGJ asal Jungsri, Bebandem itu, Pol PP seharusnya mengamankan seorang ODGJ lainnya. Hal itu juga berdasarkan laporan warga. Saat dilaporkan kepada Pol PP, ODGJ pria itu disebutkan berada di Jalan Untung Surapati, Amlapura. “Tapi saat kami datang, sudah tidak ada. Sempat dicari-cari tidak ketemu,” sebutnya. Sama halnya dengan Siti, ODGJ itu juga meresahkan. Sering telanjang di jalan raya.

Dikonfirmasi terpisah,  Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Karangasem, Wayan Sukerena mengatakan, ODGJ itu tidak dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Bangli, melainkan diantar ke rumahya di Jungsri. Itu karena bukan gangguan jiwa berat. Berdasarkan keterangan keluarganya, Sukerena mengatakan ODGJ  sudah dipantau. Tapi lolos keluar rumah, hingga keliling jalan kaki di Kota Amlapura. “Mungkin karena minum obatnya tidak teratur,” ujar Sukerena.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia