Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

30 Desember Batas Akhir Penukaran Uang TE 1998-1999

05 Desember 2018, 07: 59: 47 WIB | editor : I Putu Suyatra

30 Desember Batas Akhir Penukaran Uang TE 1998-1999

DITARIK : Jenis uang pecahan uang yang ditarik BI hingga batas waktu 30 Desember. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Siklus peredaran uang saat ini selalu dikontrol ketat Bank Indonesia sebagai lembaga resmi penyalur dan pencetak uang. Sedikit atau banyaknya peredaran uang, sangat mempengaruhi tingkat inflasi perekonomian suatu negara. Maka dari itu, Bank Indonesia (BI) rutin melakukan penarikan pecahan uang lama yang masih beredar di masyarakat. Hal itu dijelaskan Deputi Kepala KPW Bank Indonesia, Azka Subhan kemarin (4/12).

Dia menjelaskan, banyak faktor yang membuat Bank Indonesia melakukan penarikan uang lama, seperti masa edar uang, hingga adanya uang emisi terbaru yang menggunakan teknologi baru.

“Semakin kesini bentuk uang kertas akan semakin berkembang. Contohnya seperti uang kertas 100 ribuan. Yang lama identik dengan hiasan bunga berdasar plastik, sedangkan pecahan 100 ribuan baru menggunakan tehnologi security feature. Dimana ada enskrip khusus agar uang itu tidak mudah dipalsukan,” katanya.

Disamping faktor keamanan, regulasi peredaran uang juga dianggap penting. “Regulasi juga penting. Itulah mengapa ada tahun emisi (TE). Kalau sudah keluar pecahan yang sama dengan tahun emisi terbaru, uang pecahan lama harus kita tarik,” terangnya.

Beberapa pecahan mata uang yang ditarik yakni pecahan Rp 10.000,- bergambar pahlawan nasional Tjut Njak Dhien bertahun emisi (TE) 1998. Kemudian pecahan Rp 20.000,- bergambar Ki Hadjar Dewantara bertahun emisi (TE) 1999. Lalu pecahan Rp 50.000,- bergambar WR. Soepratman tahun 1999, dan pecahan Rp 100.000 bergambar pahlawan Dr. Ir. Soekarno dan berhiaskan bunga.

“Yang paling banyak masih beredar uang 100 ribuan kembang itu. Nah batas akhir penukarannya sampai 30 Desember 2018. Lewat dari tanggal 30 Desember, uang itu sudah tidak memiliki nilai,” terangnya.

Berdasarkan peraturan Bank Indonesia no 10/33/PBI/2018, menyatakan, pencabutan dan penarikan dari peredaran uang kertas pecahan Rp 10.000 (sepuluh ribu) tahun emisi 1998, Rp 20.000 (dua puluh ribu) tahun emisi 1998, Rp 50.000 (lima puluh ribu) tahun emisi 1999, dan Rp 100.000 (seratus ribu) tahun emisi 1999. 

“Berdasarkan peraturan tersebut, saat ini di masyarakat telah beredar uang kertas yang memiliki 2 tahun emisi (TE). Pecahan Rp 10.000 TE 1998 dan TE 2005, Rp 20.000 TE 1998 dan TE 2004, Rp 50.000 TE 1999 dan TE 2005, dan pecahan Rp 100.000 TE 1999 dan TE 2005. Makanya kami membuat kebijakan untuk menarik peredaran pecahan uang dengan periode 1998-1999,” ungkapnya.

Untuk itu dengan peraturan itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk menukarkan pecahan uang lama ke cabang Bank BI terdekat sebelum 30 Desember 2018. “Batas akhirnya 30 Desember. Dan kami memiliki layanan khusus pada 29 dan 30 Desember untuk penukarannya. Jadi jangan sampai lewat tanggal ya,” harapnya.

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia