Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Baliho Dirusak, PSI Lapor Bawaslu

05 Desember 2018, 08: 09: 54 WIB | editor : I Putu Suyatra

Baliho Dirusak, PSI Lapor Bawaslu

ROBEK : Kondisi baliho PSI di Kecamatan Marga yang dirobek pada Senin (3/12) lalu. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN – Dua buah alat peraga kampanye (APK) berupa baliho Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang terpasang di Kecamatan Marga, Tabanan ditemukan dalam kondisi robek dan sudah tergeletak diatas tanah pada Senin (3/12) kemarin. Padahal baliho sosialisasi PSI sebagai partai politik (parpol) peserta pemilu legislatif (Pileg) 2019 tersebut baru dipasang hari Minggu (2/12) alias baru berumur semalam.

Dari pantauan di lapangan, APK tersebut merupakan baliho yang pembuatannya difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan, dan titik pemasangannya didapatkan melalui undian oleh KPU. Untuk di Kecamatan Marga sendiri ada tiga titik pemasangan baliho PSI di Desa Kukuh, yakni perbatasan Desa Kukuh-Peken-Belayu. Namun dua baliho ditemukan dalam kondisi robek dan jatuh. Sehingga tersisa satu baliho yang berlokasi di perbatasan Desa Kukuh dan Desa Peken Belayu yang masih berdiri tegak.

Baliho tersebut berukuran 3 x 4 meter dan berisi gambar Ketua Umum PSI Grace Natalie, serta Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni. Lalu baliho itu juga berisi lambang, nomor urut, dan logo KPU Tabanan pada sisi baliho, sebagai tanda APK tersebut merupakan APK yang resmi.

Sekretaris DPD PSI Kabupaten Tabanan I Made Alit Hermawan menjelaskan, pada titik yang telah ditentukan KPU Tabanan, sejatinya ada baliho dan spanduk yang harus dipasang. Namun PSI Tabanan baru memasang baliho, dan spanduk rencananya akan dipasang menyusul.

“Sebenarnya jumlah yang disepakati per masing-masing parpol adalah 10 buah baliho, dan 16 buah spanduk. Sementara pemasangannya diserahkan ke parpol masing-masing menyesuaikan titik yang telah disepakati,” paparnya saat dikonfirmasi kemarin (4/12).

Atas insiden perobekan baliho tersebut, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut kepada Panwascam Marga dan Bawaslu Kabupaten Tabanan. Dimana pelaporan dilakukan oleh Ketua DPC PSI Kediri I Gede Wega Prastama.

Dia menambahkan, adanya perobekan baliho itu pertama kali diinformasikan salah seorang pengurus PSI yang kebetulan melintas, dan memang ingin memantau baliho yang baru terpasang. “Atas informasi tersebut, kami kemudian membuat pelaporan ke Panwascam Marga dan Bawaslu Tabanan disaksikan tim dari Polsek Marga,” imbuhnya.

Bahkan pihaknya juga sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama Panwascam Marga dan Polsek Marga. Dimana dari hasil pantauan, Panwascam Marga menduga rusaknya baliho tersebut akibat disengaja dengan melihat pola robeknya baliho. Selain dapat segera ditindaklanjuti, pihaknya berharap peristiwa ini tidak terulang kembali, dan menjadi pembelajaran dalam memahami demokrasi yang baik dan memahami suatu perbedaan.

Sementara itu Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada mengatakan, laporan yang sudah masuk akan dikaji terlebih dahulu. Pihaknya juga sudah turun langsung ke lapangan kemarin bersama tiga orang tim penanganan pelanggaran, untuk mengecek laporan tersebut. “Kita sudah turun ke lokasi termasuk ke Panwascam Marga untuk menindaklanjuti laporan itu,” tegasnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan bukti-bukti atas pelaporan tersebut. Karena harus ada syarat formil dan materiil yang dipenuhi. Syarat formil tersebut diantaranya pihak-pihak yang berhak melapor, waktu kejadian, hingga keabsahan pelaporan. Sedangkan syarat material diantaranya alat bukti, keterangan saksi hingga pelapor. “Nanti akan kita kaji, dan jika terbukti ada pengerusakan, maka akan kita tindak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersalah pasti dihukum,” papar Rumada.

Dia menambahkan, sejauh ini pihaknya baru menerima laporan adanya dugaan pengerusakan baliho dari PSI saja, dan belum ada laporan lainnya. Namun Bawaslu Tabanan tetap melakukan upaya pencegahan agar pesta demokrasi berjalan lancar.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia