Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Balinese
Griya Sehat Ayurveda UNHI Denpasar

Ada Konseling Sakit Medis dan Non Medis, Ruang Rawat Inap, dan Spa

05 Desember 2018, 09: 17: 46 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ada Konseling Sakit Medis dan Non Medis, Ruang Rawat Inap, dan Spa

SIAP : Griya Sehat Ayurveda UNHI Denpasar siap dioperasikan, tinggal menunggu izin operasional. Pasien bisa konseling cek kesehatan akibat medis dan non medis. Ada juga ruang Spa khusus, selain ruang rawat inap, dan ruang untuk meracik ramuan herbal. (DIAH TRITINTYA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster baru mewacanakan pengusada alias balian (pengobatan alternatif) bakal bisa praktek di rumah sakit, UNHI Denpasar malah sudah memiliki dan meresmikan rumah rawat inap yang segera diisi oleh dokter umum dan tokoh pengobatan alternatif yang dinamai Griya Sehat.

Debat pro dan kontra sempat terjadi, baik di media sosial maupun forum terbuka soal rencana balian (pengusada) ikut terlibat di rumah sakit untuk menangani pasien. Bahkan, hingga kini belum ada keputusan formal soal apa dan bagaimana,  siapa dan seperti apa saja ketentuan format kerjanya alias presedur standar operasionalnya. Namun, yang pasti Universitas Negeri Hindu Indonesia (UNHI)  Denpasar, sudah menjawab dengan jelas bahwa model tersebut sudah jauh hari telah dikonsepkan, kemudian diwujudkan dalam bentuk Griya Sehat Ayurveda.


Griya Sehat Ayurveda ini diresmikan langsung Minister of Ayush, Government of India, H E Shri Shripad Y Naik dan Rektor UNHI, Prof Dr drh I Made Damriyasa, MS, disaksikan Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan Indonesia, Dr drh Ina Rosalina, SPA.


Dr drh Ina mengakui bahwa Griya Sehat merupakan awal yang bagus dalam upaya melestarikan warisan leluhur dalam bidang medis. Ina mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu jika ingin berobat ke Griya Sehat karena lebih aman, tinimbang  berobat ke dukun. "Di sini terjamin karena ada berada di bawah naungan Dinas Kesehatan. Semua melalui prosedur dan aturan yang ketat. Selain itu, pendamping dokter medis pun tetap siap sesuai peraturan," tandasnya


Lalu, seperti apa wujud Griya Sehat yang saat ini masih menjadi rekomendasi klinik berlandaskan pengobatan alternatif tersebut? Hening, begitulah yang tergambar dari suasana Griya Sehat yang berlandaskan Ayurveda tersebut. Berada di sisi Utara Kampus Universitas Hindu Indonesia (UNHI), gedung putih berlantai tiga tersebut masih terlihat sepi. Terang saja, gedung tersebut belum sepenuhnya dioperasikan, dan baru diresmikan hari itu. Ketika Bali Express (Jawa Pos Group) berkunjung, Kepala Griya Sehat Ayurveda, dr I Gede Ariyasa M Mkes meluangkan waktunya untuk  mengantar berkeliling.


Lewat kesempatan tersebut, Gede Aryasa bercerita tentang ide berdirinya Griya Sehat. " Untuk saat ini, Griya Sehat yang berlandaskan Ayurveda,  masih satu satunya dan yang paling lengkap dari segi prasarana hingga dokter pendampingnya," jelasnya.


Dari mana tercetus ide membuat Griya Sehat? "UNHI kan memiliki Fakultas Ayurveda. Tamatan Ayurveda belum maksimal diserap di dunia kerja. Nah, kedepannya kami ingin menjadi pelopor sekaligus menunjukkan bahwa model seperti ini yang sesuai aturan," jelasnya.


Meski saat ini Griya Sehat belum beroprasi, namun ia merasa senang karena pemerintah lewat  Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI, menyampaikan Griya Sehat Ayurveda sebagai rujukan Griya Sehat yang berlandaskan Ayurveda. "Memang sudah diresmikan, namun belum kami oprasikan, sebab masih menunggu proses perizinannya. Sebentar lagi sudah kelar  perizinannya," ungkap Ariyasa.


Griya Sehat  terdiri dari tiga lantai, memiliki dua ruang konseling. Satu ruang konseling medis yang akan diisi dokter umum,  satu ruang lainnya merupakan ruang konseling non medis yang akan diisi oleh praktisi spiritual. " Kami memiliki dua orang konseling, dari medis dan non medis. Ada juga pendamping dari India yang akan melayani di sini,"jelasnya. Sedangkan  di lantai satu terdapat ruang apoteker. Di ruangan ini terpajang puluhan jamu serta obat - obatan tradisional berkemasan yang berjejer rapi di rak. " Obat - obat yang bisa masuk ke Griya Sehat ini hanya obat yang sudah terdaftar di Dinkes. Kalau belum terdaftar tidak bisa digunakan di sini. Ada dua jenis obat yang digunakan, obat yang sudah berkemasan dan yang diracik langsung dari tanaman herbal," terangnya.


Selain memiliki ruang konseling dan apotik khusus, Griya Sehat juga memiliki tiga ruang rawat inap. Menariknya, ruang rawat inap tidak diperkenankan untuk menginap lebih dari sehari. " Ada tiga ruang rawat inap, satu kamar ada dua bed. Tapi, kami tidak melayani rawat inap lebih dari sehari karena ruang terbatas, dan selesai penanganan biasanya pasien akan lebih cepat pulih dibanding tindakan medis," terangnya.


Yang menarik tak hanya ruang rawat inapnya, ada juga ruang Spa ala india. "Kami juga melayani Spa kesehatan yang berlandaskan Ayurveda. Makanya, dari terapi sampai peralatannya khusus kami datangkan dari India," ujarnya. Terapi yang dimaksud memang tergolong unik. Pasalnya, terdapat wadah aluminium di atas bed pasien. Wadah khusus tersebut digunakan untuk menampung minyak atau air herbal sebagai terapi pengobatan.


Sementara di lantai dua terdapat sebuah dapur yang digunakan untuk meracik berbagai tanaman herbal.  Ruangan ini digunakan untuk meracik obat yang langsung diminum. Misalnya gingseng kering dan berbagai olahan jamu dari tanaman herbal.


Disinggung soal  alur pelayanannya, Ariyasa mengatakan alur pendaftaran pasien hampir sama seperti mendaftar di rumah sakit. "Pertama pasien akan didata di resepsionis, lalu diarahkan ke dokter umum. Jika memang ada gejala medis akan ditangani di medis, jika gejala non medis akan diarahkan konseling dengan praktisi non medis. Nah, setelah konseling pasien akan mendapatkan terapi yang tepat, apakah ke akupuntur, totok ataukah Spa refleksi," terangnya.


Menurut Ariyasa, biayanya relatif murah dibandingkan dengan terapi kesehatan lainnya. "Saya belum bisa menyampaikan rinciannya, namun yang pasti lebih murah dibanding Spa premium dan terapi lainnya," paparnya. Ariyasa mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut mencoba pengobatan alternatif. "Pengobatan alternatif itu tidak menakutkan, yang penting jelas dan memiliki izin, kenapa mesti takut," tandasnya.

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia