Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Fotografer Setubuhi Dua ABG, Modusnya Pemotretan Korban Penculikan

05 Desember 2018, 20: 04: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Fotografer Setubuhi Dua ABG, Modusnya Pemotretan Korban Penculikan

BEJAT: Putu Manuaba alias Manu menggagahi dua gadis di bawah umur di studio fotonya di Seririt, dengan modus pemotretan model penculikan. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Ulah fotografer cabul Putu Manuaba alias Manu, 43 bikin geleng-geleng kepala. Ia tega memperdaya dua orang gadis yang masih di bawah umur. Para ABG (anak baru gede) itu dijanjikan menjadi seorang model. Syaratnya, mereka harus mengikuti sesi pemotretan bertemakan korban penculikan. Dengan adegan tangan diikat, mulut disumpal, mata ditutup serta disetubuhi.

Aksi bejat itu dilakukan pelaku di studio Manu Photo Work yang terletak di Banjar Dinas Purwa, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng. Kedua model ABG masih duduk di bangku SMA. Mereka adalah Kadek Melati, 17 dan Dayu Mawar, 17 (keduanya bukan nama sebenarnya). Keduanya berasal dari Kecamatan Banjar, namun disetubuhi dalam waktu yang berbeda.  Dayu Mawar disetubuhi Minggu (11/11) pukul 12.00 wita. Sedangkan Kadek Melati disetubuhi Senin (3/12) pukul 08.00 wita.

Saat melancarkan aksinya pelaku menjaring mangsanya dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Whatsapp dan Instagram. Ketika ada yang berminat ingin menjadi modelnya, pelaku Manu pun meminta kepada korban untuk bertemu di Pantai Uma Anyar, Kecamatan Seririt.

Selanjutnya, di pantai itu, korban benar-benar menjalani sesi pemotretan. Hingga selanjutnya ia mengajak gadis-gadis itu ke studio photo miliknya, yang juga sekaligus menjadi rumahnya.

Aksi terus berlanjut. Setibanya di studio photo itu tangan dan mulut korban diikat. Pelaku berdalih itu untuk sesi pemotretan dengan adegan korban penculikan. Ternyata itu hanyalah modus. Setelah diikat dan ditutup matanya, saat itulah pelaku merenggut kesucian gadis ABG ini.

Atas perbuatan cabul ini, Dayu Mawar melalui orangtuanya melaporkan aksi ini ke Mapolres Buleleng, dengan nomor laporan LP/232/XI/2018/Bali/Res Bll, tanggal 12 November 2018. Kemudian disusul oleh Kadek Melati, dengan nomor Laporan LP/242/XI/2018/Bali/Res Bll, tanggal 3 Desember 2018.

Saat ditemui di Mapolres Buleleng, kepada awak media pelaku mengaku, menjalani profesi sebagai photographer sejak lima tahun belakangan ini. Bahkan, ia mengaku sering menggarapa foto prewedding dan wedding. Ia berkilah kalau aksi cabulnya itu dilakukan lantaran khilaf.

"Saya freelance. Saya ambil prewed dan wedding biasanya. Saya juga tidak tahu kenapa nekat melakukan tindaka itu (menyetubuhi korban, Red) mungkin karen gelap (khilaf, Red)," ucapnya.

Lalu, berapa perempuan yang sudah difoto dan disetubuhi? Ia pun mengaku sudah banyak yang difoto. Namun yang disetubuhi baru dua orang. "Banyak (yang difoto, Red). Yang disetubuhi baru dua. Yang pertama saya kasih Rp 100 ribu, diterima. Yang kedua baru mau dibelikan nasi, sudah lari dia. Saya maunya membimbing biar benar-benar jadi model. Saya garap (setubuhi, Red) mereka di studio, saat rumah lagi sepi," imbuhnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia