Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Teriakan ABG yang Dicabuli di Studio Tak Didengar Tetangga karena Ini

05 Desember 2018, 21: 14: 03 WIB | editor : I Putu Suyatra

Teriakan ABG yang Dicabuli di Studio Tak Didengar Tetangga karena Ini

BEJAT: Putu Manuaba alias Manu menggagahi dua gadis di bawah umur di studio fotonya di Seririt, dengan modus pemotretan model penculikan. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Aksi fotografer cabul Putu Manuaba alias Manu, 43 menyetubuhi dua ABG (anak baru gede) di Seririt, Buleleng, bisa berjalan mulus karena menghidupkan musik keras-keras. Akibatnya, teriakan Kadek Melati, 17 dan Dayu Mawar, 17 (keduanya bukan nama sebenarnya) saat disetubui pelaku dengan modus pemotretan model penculikan tak terdengar para tetangganya.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Buleleng, AKBP Suratno. Menurutnya, saat disetubuhi, gadis-gadis itu sejatinya telah berteriak sekencang-kencangnya. Berharap warga sekitar mendengar dan menyelamatkan mereka. Tetapi pelaku bersiasat dan telah mengantisipasi hal tersebut. Ia memutar musik dengan volume yang sangat tinggi. Sehingga saat melakukan aksinya, tak satu pun ada warga yang mengetahui.

"Dayu Mawar disetubuhi Minggu (11/11) pukul 12.00 wita. Sedangkan Kadek Melati disetubuhi Senin (3/12) pukul 08.00 wita," beber AKBP Suratno saat ditemui Rabu (5/12).

Polisi yang menerima adanya laporan tersebut pun bergegas melakukan penangkapan terhadap tersangka Manu. Ia diciduk di rumahnya, pada Senin (3/12). Dari penangkapan ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit kamera digital, dua unit laptop, telepon seluler milik pelaku, dan selendang yang digunakan oleh pelaku untuk mengikat korban.

Atas aksi bejatnya, Manu pun disangkakan pasal 81 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2014, Perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 63 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Seperti diketahui, aksi bejat itu dilakukan pelaku di studio Manu Photo Work yang terletak di Banjar Dinas Purwa, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng. Kedua model ABG masih duduk di bangku SMA. Mereka adalah Kadek Melati, 17 dan Dayu Mawar, 17 (keduanya bukan nama sebenarnya). Keduanya berasal dari Kecamatan Banjar, namun disetubuhi dalam waktu yang berbeda.   

Saat melancarkan aksinya pelaku menjaring mangsanya dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Whatsapp dan Instagram. Ketika ada yang berminat ingin menjadi modelnya, pelaku Manu pun meminta kepada korban untuk bertemu di Pantai Uma Anyar, Kecamatan Seririt.

Selanjutnya, di pantai itu, korban benar-benar menjalani sesi pemotretan. Hingga selanjutnya ia mengajak gadis-gadis itu ke studio photo miliknya, yang juga sekaligus menjadi rumahnya.

Aksi terus berlanjut. Setibanya di studio photo itu tangan dan mulut korban diikat. Pelaku berdalih itu untuk sesi pemotretan dengan adegan korban penculikan. Ternyata itu hanyalah modus. Setelah diikat dan ditutup matanya, saat itulah pelaku merenggut kesucian gadis ABG ini.

Atas perbuatan cabul ini, Dayu Mawar melalui orangtuanya melaporkan aksi ini ke Mapolres Buleleng, dengan nomor laporan LP/232/XI/2018/Bali/Res Bll, tanggal 12 November 2018. Kemudian disusul oleh Kadek Melati, dengan nomor Laporan LP/242/XI/2018/Bali/Res Bll, tanggal 3 Desember 2018.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia