Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Sweta Terjerat Narkoba, Ketua DPRD Klungkung Sebut Bukan Anaknya

06 Desember 2018, 09: 15: 26 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sweta Terjerat Narkoba, Ketua DPRD Klungkung Sebut Bukan Anaknya

TAK DIAKUI: I Putu Sweta Aprilia alias To Antik terjerat narkoba mengaku anak dewan, tapi tidak diakui. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Seorang laki-laki pengangguran, I Putu Sweta Aprilia alias To Antik, 24, ditangkap oleh Sat Resnarkoba Polresta Denpasar di depan Dalvas Skin Care Jalan Sedap Malam nomor 8 Banjar Kebon Kori Desa Kesiman, Denpasar Timur, sekitar pukul 18.00 Selasa (4/12). Tersangka mengaku sebagai anak Ketua DPRD Klungkung, Wayan Baru, itu kedapatan memiliki sabu.

Cuma, Wayan Baru yang juga ketua DPD Gerindra Klungkung tersebut tak mengakui Sweta sebagai anaknya.  "Sepupu jauh dengan saya. Jauh sekali. Memang tinggal di Sedap Malam. Bapaknya menitipkan agar dia diperhatikan oleh saya," ungkapnya.

Sayangnya Wayan Baru tidak mau memberikan statement lebih terkait pengakuan Sweta ini. Dan langsung buru-buru menutup teleponnya. Sementara sumber di lapangan menyampaikan bahwa tersangka adalah anak dari istri pertama Ketua DPRD Klungkung yang sudah meninggal dunia.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti sebanyak 0,28 gram sabu yang berwarna agak kehitaman. Yang diakuinya didapat dari Robby. "Menyimpan barang bukti berupa sabu di dalam kamar tersangka," ungkap Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan pada Kamis (6/12).

Keberadaan tersangka dengan aktifitasnya yang melanggar hukum sudah dipantau sejak beberapa hari sebelumnya. Jual beli barang haram ini dilakukan dengan cara transfer uang ke rekening Robby. Lalu tersangka mengambil dengan tempelan.

"Tersangka menerangkan bahwa sabu tersebut dipakai sendiri. Karena ingin mencoba-coba. Dan baru satu bulan bersentuhan dengan barang haram tersebut," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi terkait pengakuan tersangka, Ruddi menegaskan bahwa memang yang bersangkutan anak Ketua DPRD Klungkung. Tersangka sendiri sempat menjadi anggota salah satu ormas terbesar di Bali. "Tersangka ini merupakan anak Ketua DPRD Klungkung dan anggota ormas," tegasnya.

Kini tersangka dijerat Pasal 112 (1) Undang-Undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun dan denda Rp 800 juta sampai Rp 8 miliar.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia