Kamis, 13 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Dua WNA Pembobol ATM Divonis Setahun

06 Desember 2018, 12: 32: 54 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dua WNA Pembobol ATM Divonis Setahun

PIKIR-PIKIR : Dua terdakwa pembobolan ATM di Nusa Penida masing-masing Ivan Hristov Stanchev dan Plamen Nikolovpandov (pakai rompi merah) rembug dengan kuasa hukumnya usai divonis setahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarapura. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Dua orang warga negara asing (WNA) yang duduk sebagai tersangka dalam kasus pembobolan mesin anjungan tunai mandiri atau ATM dengan metode skimming diganjar dengan hukuman selama satu tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarapura.

Selain itu, dua terdakwa masing-masing Ivan Hristov Stanchev,43, asal Bulgaria dan Plamen Nikolovpandov,45, asal Australia, juga dijatuhi pidana denda  sebesar Rp 50 juta. Itupun dengan ketentuan bila denda tidak dibayarkan maka diganti dengan kurungan selama tiga bulan.

Vonis tersebut ditetapkan Hakim Ni Nyoman Melianawati selaku pimpinan majelis hakim dalam persidangan kedua terdakwa yang berlangsung kemarin (5/12). Dalam amar putusannya, hakim menilai kedua terdakwa terbukti mencuri informasi elektronik dengan cara mengakses sistem komputer secara melawan hukum.

Sehingga perbuatan mereka dinilai terbukti memenuhi unsur pidana Pasal 30 ayat (2) juncto Pasal 46 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP juncto Pasal 53 ayat (1) KUHP.

Meski demikian, putusan tersebut sejatinya lebih ringan dari tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Dewa Gede Agung Mahendra Gautama. Karena tadinya, kedua terdakwa dituntut dengan hukuman selama lima tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsider lima bulan kurungan.

Menanggapi putusan tersebut, pihak penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Dan sikap yang sama juga disampaikan pihak terdakwa yang diwakili kuasa hukumnya, Yulius Benyamin Seran. “Kalau kami inginnya terdakwa bebas,”  ujarnya.

Dia menegaskan apa yang didakwakan kepada kedua kliennya tidak terbukti selama persidangan. Karena pihaknya menilai penuntut umum tidak mampu menunjukkan bukti-bukti berupa data elektronik nasabah BRI yang dicuri dari ATM di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida.

Dalam persidangan juga terungkap bahwa kliennya hanya disuruh orang bernama Peter untuk memasang CCTV pada ATM. “Harusnya klien kami dibebaskan,” jelasnya.

Seperti diketahui, kedua terdakwa sebelumnya ditangkap di Lembongan, Kecamatan Nusa Penida pada 9 Juli 2018 lalu. Penangkapannya berawal dari kecurigaan warga lantaran keduanya bolak-balik ke sebuah ATM yang ada di sana. Tingkah aneh kedua terdakwa itu kemudian dilaporkan ke pihak berwajib. Mereka lantas dicurigai memasang kamera untuk merekam aktivitas orang yang melakukan transaksi di ATM. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia