Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Berusaha Kabur saat Ditangkap, Betis Kanan Dihadiahi Timah Panas

06 Desember 2018, 12: 36: 51 WIB | editor : I Putu Suyatra

Berusaha Kabur saat Ditangkap, Betis Kanan Dihadiahi Timah Panas

KAMBUHAN: Tersangka kasus jambret, Ketut Muhamad Zaini alias Zalik, saat ditemui di Mapolres Buleleng, Rabu (5/12) siang. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Ketut Muhamad Zaini alias Zalik, 21, tersangka kasus penjambretan asal Banjar Dinas Timur Jalan, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada ditembak. Polisi terpaksa menghadiahkan timas panas ke betis kanannya ketika berusaha melarikan diri dari kejaran petugas Kepolisian saat akan diringkus di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kapolres Buleleng, AKBP Suratno mengatakan Zalik telah melakukan aksi penjambretan di sepuluh tempat. Diantaranya  di Jalan Parikesit, Kelurahan Banjar Tegal. Di tempat itu, tersangka mengambil satu unit ponsel Oppo.

Kemudian di Jalan Bisma, Kelurahan Banjar Tegal, mengambil ponsel yang dengan merek yang sama. Lalu di Jalan Dewi Sartika Selatan, dengan mengambil tas berisi laptop merek Toshiba. Selanjutnya di Jalan Rajawali dengan mengambil ponsel Oppo.

Zalik juga pernah melakukan jambret di dua tempat pada 2014 lalu di wilayah Kota Denpasar. Serta melakukan pencurian di rumah kos-kosan kawasan Desa Sambangan dan di Jalan Bisma, dengan mengambil ponsel merek Iphone dan Oppo.

Uniknya, sasaran utamanya rata-rata perempuan. Rupanya insting Zalik begitu kuat. Ia begitu licin bagaikan belut. Pasalnya, setelah tahu hendak ditangkap, Zalik langsung kabur ke wilayah Banyuwangi. Beruntung polisi berhasil mengendusnya. Ia ditangkap pada Jumat (30/11). 

"Memang barang bukti yang kami sita tidak signifikan, ataupun korban hanya kelihangan HP dan tas, namun kejahatan yang dilakukan ini meresahkan. Karena modusnya adalah mengamati perempuan atau ibu-ibu yang sedang sendiri dan lengah, kemudian dipepet dan diambil HP dan tasnya lalu malarikan diri," jelas AKBP Suratno. 

Aksi penjambretan di beberapa TKP ini dilakukan oleh pelaku Zalik dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama. Yakni disekitar bulan November 2018. "Kejahatannya dilakukan secara bekelanjutan. Modusnya sama semua. Termasuk ada rumah kosong, dia melalukan pencurian dan pemberatan," ujarnya. 

Kepada awak media, pelaku Zalik mengaku nekat melakukan aksi penjambretan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Ia mengaku ke Banyuwangi untuk ikut pesantren. "Jambret untuk kebutuhan sehari-hari. Ya, saya ambil HP saja, jual sama teman. Saya sasar perempuan karena lebih mudah," singkatnya dengan wajah tertunduk. 

Atas perbuatan melawan hukum tersebut, oleh penyidik Zalik dijerat dengan pasal 365 KUHP atau pasal 363 KUHP. Zalik diancam hukuman tujuh tahun penjara. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia