Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Bikin Akses ke Tanah Kavling, Saluran Irigasi Menyempit

06 Desember 2018, 12: 50: 03 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bikin Akses ke Tanah Kavling, Saluran Irigasi Menyempit

KAPUR : Tampak jalan batu kapur akses menuju tanah kapling di Gang Titi, Jalan Sedap Malam, Banjar Bhuana, Kesiman, Denpasar, Rabu kemarin (5/12). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Saluran irigasi salah satu subak di Gang Titi, Jalan Sedap Malam, Banjar Bhuana Anyar, Kesiman, Denpasar diurug untuk akses menuju tanah kavling yang baru. Sepanjang 200 meter saluran irigasi subak dibeton menjadi jalan. Bahkan sudah diratakan dengan batu kapur.

Salah satu warga yang enggan dikorankan namanya, kemarin (5/12), mengaku pengurugan itu membuat puluhan rumah warga di sana terendam banjir bila sedang turun hujan.

Dia mengaku selain dibeton, saluran irigasi untuk pengairan areal persawahan itu juga diurug. Sehingga lebarnya menyempit dari kondisi sebelumnya. Penyempitan itu membuat air pada saluran tersebut meluap dan meluber kea rah rumah warga. Kendati hujan tidak turun dengan lebat.

"Kalau tidak salah pengerjaannya sudah sejak satu bulan lalu. Bahkan kami setiap ngomong dan protes selalu disalahkan oleh pekerjanya. Bahkan pihak pemerintah belum ada yang datang untuk mengecek ," terang warga tersebut.

Tampak, jalan baru itu tingginya setengah meter dari halaman rumah warga. Lebarnya sekitar tiga meter dan panjangnya baru dibuka sekitar 200 meter dengan batu kapur.

Bahkan terlihat juga masih ada genangan air di halaman rumah mereka. Meski sempat protes, dikatakan tidak ada respon sama sekali dari pihak yang mengerjakan maupun pemilik kapling itu. 

"Kalau kita ngomong pasti dijawab, sudah dibenerin ngomong lagi, dibuat bagus ngomong lagi. Ya, kita sudah kalahlah Pak. Yang bela tidak ada. Kalau ngelawan juga nggak bisa. Benerin ya benerin tapi tidak ngurug irigasi juga," terangnya sambil menunjukkan saluran irigasi yang diurug. 

Selain itu, izin membuat jalan itu sudah ada atau belum, ternyata masih menjadi pertanyaan warga yang tinggal di sana. Sehingga mereka berharap agar petugas pemerintahan terkait untuk memeriksa proyek pengerjaan jalan kavling tersebut. Pasalnya lokasi kavling cukup jauh jika dari jalan yang baru dibuka itu. Justru bila dari gang yang di selatan lokasi kavling lebih dekat. 

"Saya juga bingung, kenapa saat ini petugas di pemerintah tidak ada sama sekali turun ke sini menanganinya. Begitu juga dengan pengurus subak, kenapa mereka bisa diam saja. Padahal ini sudah jelas-jelas saluran irigasi diurug dan menjadi sempit," imbuh dia. 

Dikonfirmasi Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra menjelaskan pihaknya belum tahu pengurugan irigasi tersebut. "Kalau di Gang Titi itu termasuk Subak Buaji, kalau masalah pengurugan kami belum tahu. Karena belum ada laporan dari sana," terangnya.

Sedangkan dikonfirmasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga juga mengaku belum mendapatkan laporan terkait hal itu. Bahkan pembangunan jalan dan kavling itu juga dirasanya belum ada laporan. Ia juga mengaku belum mengetahui proyek dan keluhan warga yang ada di sana.

Sayoga mengatakan dengan info tersebut pihaknya akan mengerahkan tim untuk menyelidiki proyek itu. Karena dengan minimnya personil pihaknya belum bisa menyasar lokasi yang ada di seluruh gang-gang di Kota Denpasar.

Lanjut dia, harusnya peran serta pihak desa dan pekaseh untuk ikut mengawasi kawasan mereka masing-masing.  Apalagi terkait dengan warga yang menjadi imbas dari proyek tersebut. Dengan kerjasama dari pihak desa pihaknya lebih mudah untuk melakukan tindakkan terhadap pelanggar yang ada di Denpasar.

"Kami belum tahu persoalan itu, kami akan terjunkan tim hari ini  agar ditindaklanjuti segera. Sebab dengan minimnya personil, kami tidak bisa bergerak hingga ke gang-gang yang ada di seluruh pelosok Kota Denpasar," tandas dia.

Namun hal ini juga dikatakan perlu adanya dukungan dari desa maupun bendesa setempat untuk mengawasi. "Jadi kita saling terintegrasi, mereka mengawasi dan melapor ke kita, kita yang menindaklanjuti. Jangan sampai seperti ini," imbuhnya.

(bx/ade/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia