Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

Jelang Hari Raya, Kemendag Kawal Pasokan Daging Ayam

06 Desember 2018, 12: 56: 45 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jelang Hari Raya, Kemendag Kawal Pasokan Daging Ayam

MENINJAU : Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan, Lasminingsih meninjau ketersediaan barang kebutuhan pokok, di Pasar Kereneng, Denpasar, Rabu kemarin (5/12). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Menjelang hari besar keagamaan nasional, Kementerian Perdagangan (Kemendag) meninjau ketersediaan barang kebutuhan pokok di Pasar Kereneng, Denpasar, Rabu kemarin (5/12). Kegiatan itu langsung dihadiri Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan, Lasminingsih bersama stafnya.

Dari hasil pantauan tersebut, tim dari Kemendag menemukan harga daging ayam mengalami kenaikan dari hari biasanya. Sehingga sampai hari raya tiba pihaknya akan mengawal ketersediaan daging ayam agar harganya tidak melambung tinggi.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa ketersediaan daging ayam juga akan diupayakan tetap stabil. Sebab, bila ketersediaan daging ayam pada suplaier tersendat, harganya akan berpengaruh di pasaran.

"Sebelumnya harga daging ayam Rp 34 ribu per kilogram, sejak dua hari lalu pengakuan pedagang naik jadi Rp 39 sampai Rp 40 ribu. Ke depannya saya instruksikan Kadis Perindag kawal agar tidak terlalu melambung harganya," ujar Lasminingsih. 

Selain di Pasar Kreneng, tim tersebut juga melakukan peninjauan di Pasar Badung yang hasilnya akan langsung dilaporkan kepada Menteri Perdagangan. 

Peninjauan khusus terhadap ketersediaan dan suplai daging ayam dilakukan karena di Bali mayoritas masyarakatnya mengkonsumsi daging ayam. Selain menjelang hari raya, saat ini di Bali memang disebut Selikur Galungan. Yaitu hari yang dianggap baik dalam pelaksanaan upacara pernikahan, sehingga kebutuhan daging ayam menjadi meningkat. Selain itu, Bali juga menjadi sentra pariwisata yang pastinya memiliki kebutuhan yang tinggi akan pasokan daging ayam.

"Selain daging ayam, kenaikan pada sembako lainnya juga terjadi pada cabai. Kenaikannya seharga Rp 2 ribu. Tapi itu masih bisa diantisipasi," ungkapnya. 

Setelah meninjau ke Pasar Kereneng dan Pasar Badung, pihaknya  langsung mengadakan rapat koordinasi membahas ketersediaan barang yang menyangkut kebutuhan pokok jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali.

Selanjutnya peninjauan dilanjutkan di Gudang Bulog, Sempidi, Badung. Kunjungan ke Gudang Distributor PT Halus Ciptanadi, Jalan Kebon Iwa, Denpasar.  Dan terakhir kunjungan ke Transmart Carrefour Sunset Road dan Hypermart Mal Galeria, Jalan Bypass Ngurah Rai.

Salah satu pedagang daging ayam, Ni Nengah Desi, mengaku permintaan daging ayam belakangan ini mengalami peningkatan. Itu terjadi lantaran banyaknya warga yang sedang menggelar acara pernikahan. Sehingga pesanan daging ayam lebih banyak dari hari biasa. 

"Setiap hari ada pedagang nasi goreng dan sayur hijau yang biasanya beli daging di sini. Tapi karena sekarang musim menikah, membuat langganan juga harus tetap disediakan. Meski naik beberapa ribu mereka tetap mau beli, orang kebutuhan mereka mau gimana lagi?" tandasnya. 

(bx/ade/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia