Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Politik

Suparjo Lolos Jeratan Pidana Pemilu, Ini Keterangan Bawaslu

06 Desember 2018, 13: 44: 38 WIB | editor : I Putu Suyatra

Suparjo Lolos Jeratan Pidana Pemilu, Ini Keterangan Bawaslu

UMUMKAN: Ketua Bawaslu Putu Sugi Ardana bersama Sentra Gakkumdu Buleleng mengumumkan status laporan dugaan pelanggaran kampanye di tempat suci yang dilakukan Made Suparjo, Rabu (5/12) siang di Sekretariat Bawaslu Buleleng. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA -I Made Suparjo, Caleg DPRD Provinsi Bali Dapil Buleleng lolos dari jeratan tindak pidana Pemilu. Politisi Partai Nasdem dinyatakan tidak memenuhi unsur tindak Pidana pemilu lantaran tidak terbukti melakukan kampanye di tempat suci. Yakni di Pura Dalem Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Sabtu (17/11) lalu.

Keputusan ini disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buleleng setelah menerima rekomendasi dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Buleleng Rabu (5/12) siang. Pemberitahuan tentang status laporan ini dilakukan setelah Bawaslu bersama Gakkumdu melakukan klarifikasi secara intens terhadap sejumlah saksi, pelapor dan terlapor.

Ketua Bawaslu Buleleng, Putu Sugi Ardana mengatakan, dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Suparjo di tempat suci itu tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilu. Sehingga, laporan nomor 004/LP/PL/Kab.Bll/17.03/XI/2018 yang dilaporkan Gede Suardana, dinyatakan tidak dapat ditindaklanjuti.

“Karena tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilu berdasarkan hasil klarifikasi yang kami lakukan. Sebab dari hasil klarifikasi terhadap sejumlah saksi yang kami periksa tidak ada yang menyatakan yang bersangkutan melakukan kampanye,” ujar Sugi kepada awak media, Rabu (5/12) siang.

Sugi menambahkan, selain melakukan klarifikasi terhadap sejumlah saksi, terlapor dan pelapor, Bawaslu juga merujuk dari UU Pemilu, pada poin pasal 280 (h). Intinya tempat ibadah (suci) dapat digunakan jika peserta Pemilu hadir tanpa atribut kampanye Pemilu, atas undangan dari penanggungjawab tempat ibadah.

“Dari penjelasan saksi juga menyebutkan terlapor tidak menggunakan atribut kampanye.sehingga dari sana kami putuskan tidak ada pelanggaran kampanye yang dilakukan terlapor seperti yang dilaporkan Gede Suardana,” bebernya.

Diberitakan sebelumnyna Politisi asal Desa Bebetin, Kecamatan Sawan ini dilaporkan oleh LSM Gede Suardana atas dugaan kampanye di Pura Dalem, Desa Pakraman Bebetin, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, pada tanggal 17 Nopember 2018 malam. Suparjo dilaporkan ke Bawaslu Provinsi Bali, yang kemudian penanganannya dilimpahkan ke Bawaslu Kabupaten Buleleng.

Tercatat sudah ada 5 saksi yang diminta keterangan oleh Bawaslu Buleleng. Dinatranya Ketua DPD I Partai Golkar Bali, Ketut Sudikerta selaku pemilik akun facebook Tommy Sudikerta yang mengunggah potongan video dugaan kampanye di Pura Delem Bebetin, kemudian Perbekel Bebetin, Ketut Laksana, dan Dua Kelian Banjar Dinas yakni Banjar Dinas Tabang dan Banjar Dinas Bengkel, dan Gede Suparmen selaku penyelenggara kegiatan. Selain memeriksa saksi, Bawaslu juga sudah meminta keterangan terlapor Made Suparjo dan pelapor Gede Suardana. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia