Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Sempat Membantah, Ketua DPRD Klungkung Akui Tersangka Narkoba Anaknya

06 Desember 2018, 18: 47: 21 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sempat Membantah, Ketua DPRD Klungkung Akui Tersangka Narkoba Anaknya

Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Penangkapan pelaku narkoba I Putu Sweta Aprilia, 24, asal Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung bikin heboh. Sebab, tersangka adalah anak kandung Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru. Meskipun sempat membantah itu anak kandungnya, Baru yang ditemui di DPRD Klungkung, Kamis (6/12) dengan tegas mengakui  Sweta adalah anak kandung dari istrinya yang pertama.

Politikus Partai Gerindra itu sempat menyebut Sweta adalah anak sepupunya karena saat mendapat kabar penangkapan, Baru berada di Surabaya. Belum dapat informasi resmi. Selain itu, dia shock mendengar keluarganya ditangkap polisi kasus narkoba. “Saya mohon maaf. Yang benar, dia (Sweta, Red) adalah  anak saya,” ujar Baru. 

Sebagai orang tua, Baru mengaku sudah berusaha mendidik anaknya dengan baik. Meskipun karena kesibukannya sebagai wakil rakyat, ia tidak bisa setiap waktu ada di tengah-tengah keluarganya. Namun hampir setiap bertemu anak-anaknya menyelipkan nasihat agar tidak bikin masalah. Dari sisi finansial juga berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Ini adalah musibah. Istilahnya nasi sudah jadi bubur. Saya percayakan kasus ini kepada penegak hukum,” ujar Baru yang terlihat terpukul dengan masalah itu.

Disebutkannya, selama ini anaknya itu memang jarang berada di rumahnya. Bahkan sempat kos hampir setahun. Dia baru kembali menetap di rumahnya sekitar empat bulan lalu. Anaknya yang penuh tattoo di lengan itu tidak bekerja.  “Saya harap dengan kejadian ini anak saya bisa berubah,” tegas anggota dewan dua periode itu.

Seperti diberitakan, Sweta Aprilia ditangkap oleh Sat Resnarkoba Polresta Denpasar di depan Dalvas Skin Care Jalan Sedap Malam nomor 8 Banjar Kebon Kori Desa Kesiman, Denpasar Timur, sekitar pukul 18.00 Selasa (4/12). Tersangka mengaku sebagai anak Ketua DPRD Klungkung, Wayan Baru, itu kedapatan memiliki sabu.

Cuma, saat dikonfirmasi, Wayan Baru yang juga ketua DPD Gerindra Klungkung tersebut saat itu tak mengakui Sweta sebagai anaknya.  "Sepupu jauh dengan saya. Jauh sekali. Memang tinggal di Sedap Malam. Bapaknya menitipkan agar dia diperhatikan oleh saya," ungkapnya kala itu.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti sebanyak 0,28 gram sabu yang berwarna agak kehitaman. Yang diakuinya didapat dari Robby. "Menyimpan barang bukti berupa sabu di dalam kamar tersangka," ungkap Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan pada Kamis (6/12).

Keberadaan tersangka dengan aktifitasnya yang melanggar hukum sudah dipantau sejak beberapa hari sebelumnya. Jual beli barang haram ini dilakukan dengan cara transfer uang ke rekening Robby. Lalu tersangka mengambil dengan tempelan.

"Tersangka menerangkan bahwa sabu tersebut dipakai sendiri. Karena ingin mencoba-coba. Dan baru satu bulan bersentuhan dengan barang haram tersebut," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi terkait pengakuan tersangka, Ruddi menegaskan bahwa memang yang bersangkutan anak Ketua DPRD Klungkung. Tersangka sendiri sempat menjadi anggota salah satu ormas terbesar di Bali. "Tersangka ini merupakan anak Ketua DPRD Klungkung dan anggota ormas," tegasnya.

Kini tersangka dijerat Pasal 112 (1) Undang-Undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun dan denda Rp 800 juta sampai Rp 8 miliar.

(bx/wan/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia