Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Balinese
Awig-awig Bengkala Soal Anjing

Anjing Gigit Kepala, Denda 1 Ton Beras, Jika Meninggal, Biayai Ngaben

06 Desember 2018, 19: 59: 14 WIB | editor : I Putu Suyatra

Anjing Gigit Kepala, Denda 1 Ton Beras, Jika Meninggal, Biayai Ngaben

DIIKAT: Salah satu anjing milik warga Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, diikat supaya tidak kena denda. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Desa Adat Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, punya strategi unik dalam mengantisipasi kasus rabies di wilayahnya. Yaitu dengan menerapkan awig-awig (peraturan adat, Red) untuk mengatur krama dalam pemeliharaan anjing. Bila melanggar, konsekuensinya akan diganjar dengan sanksi yang cukup berat. Bahkan ada denda 1 ton beras jika anjing menggigit kepala.

Kelihan Sabha Desa Adat  Bengkala, I Gede Suarta, saat ditemui Kamis (6/12) siang membeberkan dalam awig-awig yang disepakati krama dan prajuru mengatur beragam ketentuan yang wajib ditaati krama. Bahkan, bila ditelisik lebih dalam, Desa Adat Bengkala menjadi yang pertama di Buleleng menerbitkan awig-awig tentang anjing.

Misalnya, dalam awig-awig disebutkan, warga Desa Adat Bengkala wajib melapor jika memiliki hewan peliharaan berupa anjing pada aparat desa setempat. Selain itu, anjing piaraaan harus diberikan tanda berupa kalung.

“Anjing itu pun tidak boleh diliarkan, apalagi sampai masuk ke pekarangan warga lain, dan mengiggit. Sehingga warga wajib mengkandangkan atau mengikat anjing-anjing peliharaannya,” ujar Suarta.

Konsekuensinya, bila ada yang melanggar, maka akan dikenakan denda yang lumayan berat. Dendanya berupa beras atau dapat diganti dengan uang senilai harga beras tersebut. Selanjutnya, apabila ada anjing yang mengigit warga lain, mulai dari bagian leher hingga ke bagian kepala, maka akan dikenakan denda 1 ton beras.

Namun, denda akan sedikit lebih ringan bila gigitannya berada dibagian leher hingga ke bagian kaki. Maka, pemilik akan dikenakan deda 500 kilogram beras. Selain itu, sang pemilik anjing juga wajib membayar biaya pengobatan korban, hingga benar-benar sembuh secara tuntas.

Menariknya, sanksi paling berat akan diterima pemilik bila korban yang tergigit anjing, positif rabies hingga meninggal dunia. Risikonya, si pemilik anjing wajib hukumnya menanggung biaya pengabenan korban sampai upacara tuntas.

"Di dalam awig-awig juga di atur, anjing peliharaan wajib divaksin satu tahun sekali. Itu dibuktikan dengan kartu vaksin. Bila ada yang melanggar maka akan dikenakan denda 100 kilogram beras. Atau denda uang seharga beras tersebut," imbuh Suarta.

Lalu bagaimana dengan sanksi bagi warga yang membuang anak anjing? Suarta menambahkan, warga dilarang  membuang anjing di sejumlah tempat. Mulai dari areal kuburan, TPA, sekolah,  pura, sungai, kebun dan sawah.

Jika melanggar, sambungnya, maka akan dikenakan denda beras 50 kilogram untuk per satu ekor anjing. Sedangkan, bila ditemukan adanya anjing liar yang masuk di wilayah Desa Bengkala, namun tidak diketahui siapa pemiliknya, maka aparat desa setempat akan menyerahkannya ke Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Kubutambahan.

Suarta menambahkan, awig-awig ini sudah disahkan sejak Senin (29/10) lalu. Dampaknya, sejak diberlakukan di kawasan Bengkala ini tidak lagi ditemukan anjing liar. Sejatinya awig-awig tentang anjing ini dibuat bukan karena adanya warga yang terkena rabies. Namun karena ada anjing di wilayah tersebut yang kerap memangsa ternak ayam, babi milik warga.

Tetapi, masyarajat juga khawatir dengan bahayanya penyakit rabies. Berkaca dari hal itulah jajaran pengurus adat membentuk tim, membuat draf awig-awig. “Begitu disosialisasikan pada warga, rupanya disambut baik" jelasnya.

Disinggung terkait pembayaran sanksi, Suarta menyebut jika uang atau beras yang diberikan untuk membayar denda, akan setorkan dan dikelola oleh desa adat. Namun, bagi warga yang kurang mampu akan diberikan sanksi lain, tergantung hasil keputusan rapat.

“Bisa saja sanksinya kasepekang atau lainnya tergantung nanti hasil rapat oleh warga dan prajuru desa adat," tutupnya.

Awig-Awig Desa Adat Bengkala Soal Anjing

- Pemilik Anjing wajib lapor ke aparat desa

-  Anjing piaraaan harus diberikan tanda berupa kalung.

-  Anjing itu pun tidak boleh diliarkan dan masuk ke pekarangan warga lain.

-  Apabila ada anjing yang mengigit warga lain, mulai dari bagian leher hingga ke bagian kepala, maka akan dikenakan denda 1 ton beras.

-  Bila gigitan anjing berada dibagian leher hingga ke bagian kaki, pemilik akan dikenakan deda 500 kilogram beras.

-  Pemilik anjing wajib membayar biaya pengobatan korban gigitan anjing, hingga benar-benar sembuh secara tuntas.

-  Bila korban yang tergigit anjing, positif rabies hingga meninggal dunia, si pemilik anjing wajib hukumnya menanggung biaya pengabenan korban sampai upacara tuntas.

-  Anjing peliharaan wajib divaksin satu tahun sekali. Bila ada yang melanggar maka akan dikenakan denda 100 kilogram beras. Atau denda uang seharga beras tersebut.

-  Jika ada yang membuang anak anjing, didenda 50 kg beras per ekor.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia