Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Ditinggal Suami, Nekat Kerja Bungkus Sabu-Sabu

07 Desember 2018, 08: 25: 19 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ditinggal Suami, Nekat Kerja Bungkus Sabu-Sabu

KURIR NARKOBA: Dua tersangka digiring dengan pengawalan petugas di Mapolresta Denpasar kemarin. (AYU AFRIA UE/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dua orang perempuan bernama Ni Putu Sugiastini, 39, yang tinggal di Jalan Pulau Moyo, Pedungan, Denpasar Selatan dan Novianti, 30, asal Bekasi Jakarta Barat yang tinggal di Jalan Segara Kulon, Tanjung Benoa, Kuta Selatan diamankan Satresnarkoba Polresta Denpasar pada Senin (4/12) pukul 18.00 di Jalan Mahendradata. Keduanya terlibat peredaran gelap narkotika dengan jaringan lapas.

"Menyimpan barang bukti berupa sabu yang diakui milik keduanya di dalam kamar kos. Barang tersebut didapatkan dari Ajik. Alasannya mau menjadi kurir karena faktor ekonomi," ungkap Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan Kamis (6/12).

Penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi yang diperoleh di lapangan terkait adanya pengedar narkoba yang sering menjual sabu-sabu (SS). Kemudian petugas melakukan pengembangan dan memancing pelaku untuk bertransaksi.

Ternyata, pancingan tersebut berhasil. Kedua pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario DK 4046 QQ di Jalan Mahendradata Selatan tepatnya di areal parkir Mahendradatta Square, Padang Sambian Kelod, Denpasar Barat, Senin (3/12) sekitar pukul 20.30.

Setelah berpura-pura transaksi, polisi langsung menyergap keduanya tanpa perlawanan. Dari penangkapan tersebut, petugas menemukan paketan SS yang akan dijual saat transaksi. Selanjutnya, polisi menuju ke rumah tersangka Ni Putu Sugiastini di Jalan Pulau Moyo, Pedungan, Denpasar Selatan. Setelah melakukan penggeledahan, ditemukan banyak barang bukti narkoba yang disimpan di lemari.

Barang bukti yang diamankan berupa 53 paket SS dengan berat bersih 294,18 gram dan 504 butir ektasi. Sekali tempel tersangka mendapat upah Rp 50 ribu. Pekerjaan ini sudah dijalaninya sejak 3 bulan lalu. Dalam sehari tersangka bisa menempel sebanyak 6 kali di tempat berbeda.

"Pengakuannya transaksi sabu ini paling besar 5 gram sekali tempel," ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, salah satu tersangka Novianti berperan sebagai pembungkus SS membantu temannya Sugiastini. Dari Sugiastini inilah awal mula bisnis haram digeluti. Saat itu Sugiastini menerima telepon dari seseorang yang berada di dalam Lapas Kerobokan dan kemudian terjadi kesepakatan bisnis ini.

"Yang Sugiastini ini sudah punya suami, satu anak dan sudah cerai. Kalau Novi suaminya napi di Lapas. Kasus narkotika juga," ungkap sumber di lapangan.

Keduanya kemudian diherat pasal 112 (2) Undang-Undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, atau minimal 20 tahun dan denda Rp 1,2 miliar.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia