Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Nyambi Bisnis SS, Tukang Pijat Divonis Enam Tahun

07 Desember 2018, 08: 58: 24 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nyambi Bisnis SS, Tukang Pijat Divonis Enam Tahun

Ilustrasi (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Supriyanto alias Supri, 32, hanya bisa pasrah setelah divonis dengan hukuman selama enam tahun. Sikapnya itu dia tunjukkan usai Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang dipimpin Hakim Angeliky Handajani Day selesai membacakan amar putusan dalam sidang yang berlangsung kemarin (6/12). Pria yang bekerja sebagai tukang pijat itu memilih untuk menerima putusan yang lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa tersebut.

Oleh majelis hakim, Supriyanto dinilai terbukti melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana dakwaan penuntut umu. Bahwa terdakwa memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman. Adapun barang bukti dari perbuatan terdakwa tersebut berupa tiga paket sabu-sabu yang berat keseluruhannya 1,38 gram.

“Terdakwa Supriyanto alias Supri terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotika berupa memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan kesatu penuntut umum,” tegas hakim.

Selain pidana penjara, terdakwa juga diganjar dengan pidana denda sebesar Rp 800 juta subsider empat bulan kurungan. Itupun bila dibayarkan. Bila tidak, pidana denda itu diganti dengan kurungan selama empat bulan.

Kalau terdakwa memilih menerima putusan itu, lain lagi dengan pihak penuntut umum yang diwakili Jaksa I Putu Oka Surya Atmaja. Penuntut umum menyatakan pikir-pikir terhadap putusan tersebut. Salah satu pertimbangannya karena putusan yang lebih rendah dua tahun. Sebelumnya, jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman selama delapan tahun dengan denda yang sama subsider enam bulan.

Dalam persidangan terungkap bahwa terdakwa berstatus residivis pada kasus yang sama. Dan perkaranya sekarang ini merupakan yang kedua bagi dirinya. Waktu kasusnya yang pertama dia diganjar dengan hukuman dua tahun.

Supri sampai duduk di kursi pesakitan lantaran sebelumnya kedapatan membawa tiga paket sabu-sabu yang berat semuanya mencapai 1,38 gram. Dia ditangkap polisi pada 12 Juli 2018 siang, sekitar pukul 14.00, di depan sebuah bungalow, Jalan Tirta Ening Nomor 18X, Banjar Bet Ngandang, Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan.
Penangkapan terhadap Supri bermula dari informasi masyarakat yang kemudian dilanjutkan dengan pengintaian. Menjelang penangkapan, terdakwa terlihat mengendarai sepeda motor Beat putih dengan plat P 5685 PO.

Karena melihat gelagat terdakwa yang mencurigakan, petugas kemudian memeriksanya dan melakukan penggeledahan. Dari hasil penggeledahan itulah, petugas kemudian mendapatkan barang bukti sabu-sabu seberat 1,38 gram yang terdiri atas tiga paket.

Barang bukti itu disimpan dalam tas kulit abu-abu yang ditaruh di atas sepeda motor yang dikendarai terdakwa. Dalam pengakuannya, terdakwa menyebutkan bahwa tiga plastik klip sabu-sabu itu didapatkan dari seseorang di dalam lapas yang tidak diketahui persis identitasnya. Dan paketan itu dia ambil dari tempelan di beberapa tempat.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia