Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

DPRD Buleleng Sidak Proyek Molor, Pelaksana Banyak Berdalih

07 Desember 2018, 10: 01: 09 WIB | editor : I Putu Suyatra

DPRD Buleleng Sidak Proyek Molor, Pelaksana Banyak Berdalih

DIMINTA LEMBUR: Komisi II DPRD Buleleng dalam sidaknya Kamis (6/12) pada proyek molor, menyarankan pelaksana melakukan lembur. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Komisi II DPRD Kabupaten Buleleng bersama Dinas PUPR Kamis (6/12) pagi inspeksi mendadak (sidak) ke proyek –proyek fisik yang pengerjaaannya molor. Seperti rehabilitasi Gedung Polres Buleleng serta pengerjaan Jembatan Tukad Batu Pulu, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng.

Sidak dipimpin Ketua Komisi II DPRD Buleleng, I Putu Mangku Budiasa Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buleleng, Ketut Suparta Wijaya. Pertama mengecek pengerjaan rehabilitasi Gedung Polres Buleleng. Proyek ini merupakan hibah dari Pemkab Buleleng kepada Polres Buleleng di bawah Dinas PUPR.

Hingga Kamis (6/12) proyek itu progresnya baru mencapai 57 persen. Padahal proyek yang dimulai 14 Agustus 2018 ini harusnya berakhir 11 Desember mendatang. Tak pelak, rekanan pun terancam pinalti atas keterlambatan ini. Nilai proyek Rp 1,9 miliar lebih dikerjakan PT Cahaya Dewata Mandiri.

Pelaksana proyek, Ketut Siwa, molornya pengerjaan disebabkan keterbatasan bahan baku baja ringan untuk rangka atap. Juga dalihnya  persoalan teknis menghambat. Mengingat banyaknya arsip dan barang-barang yang berada di gedung Polres Buleleng.

“Memang keterlambatan bahan baku berupa baja serta perlunya mempertimbangkan secara teknis dalam bekerja rupanya mengakibatkan pengerjaan menjadi molor. Di sisa waktu ini kami akan bekerja semaksimal mungkin agar secepatnya bisa dirampungkan,” ujar Ketut Siwa.

Selanjutnya, sidak bergeser ke Jembatan Tukad Batu Pulu. Jembatan vital yang menghubungkan Desa Pemaron dengan Tukad Mungga, Kecamatan Buleleng juga mengalami keterlambatan. Proyek senilai Rp 1,04 miliar yang digarap oleh CV Arya Dewata Utama semestinya rampung pada 26 Desember mendatang.

Namun faktanya, hingga Kamis (6/12) siang, pengerjaan yang sudah dilakukan sejak 3 Juli 2018 (150  hari kalender) ini progresnya baru mencapai 45 persen. Padahal jika dihitung hingga tanggal 6 Desember, semetinya progresnya sudah mencapai  94 persen.

Atas molornya sejumlah proyek itu, Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Putu Mangku Budiasa meminta agar rekanan menggenjot pengerjaannya di sisa waktu yang ada. Bahkan, pihaknya meminta kepada semua rekanan untuk menambah tenaga kerja yang ada agar pengerjaan bisa dimaksimalkan.

 “Kecil kemungkinan bisa tuntas dalam waktu yang sudah ditentukan. Tetapi, kami Komisi II akan lebih serus lagi mengawasi. Bahkan tidak menutup kemungkinan kalau nantinya tidak bisa selesai tepat waktu, kami rekomendasikan agar rekanan diberikan sanksi, ” tegasnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia