Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bisnis

Tunggakan PHR Berjalan di Klungkung Mencapai Rp 2,3 Miliar

07 Desember 2018, 10: 09: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tunggakan PHR Berjalan di Klungkung Mencapai Rp 2,3 Miliar

Ilustrasi (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Berdasarkan realisasi Pajak Hotel dan Restaurant (PHR) di Kabupaten Klungkung hingga November 2018, tercatat sudah terkumpul melebihi target tahun ini. Namun di sisi lain, masih ada tunggakan berjalan Rp 2,3 miliar. Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Klungkung terus berusaha mengejar wajik pajak  yang nunggak itu agar tidak sampai lewat Desember 2018.

Kepala Bidang Penagihan Keberatan dan Pelaporan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Klungkung Cokorda Raka Sudarsana mengungkapkan, tunggakan berjalan itu terdiri dari pajak hotel Rp 1 miliar, dan pajak restaurant Rp 1,3 miliar. Berdasarkan penjajagan ke wajib pajak, pihaknya mendapat alasan bahwa wajib pajak belum bisa melunasi kewajibannya karena ada persoalan keuangan di internal perusahaan. Selain itu, keterbatasan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) pada perusahaan, dalam menginput pajak juga menjadi kendala.

“Yang nunggak itu kebanyakan hotel kelas melati, sedangkan restaurant yang termasuk kecil,” ujarnya ditemui Kamis (6/12) kemarin.

Disebutkannya, tunggakan pajak berjalan paling lama tidak membayar sejak tiga bulan. Meski begitu, itu harus tetap dikejar. Selain nilainya yang cukup besar, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor PHR.

“Sampai lewat Desember 2018, itu namanya tunggakan. Kalau sekarang masih namanya tunggakan berjalan,” jelasnya. Ia pun memperkirakan, tidak semua wajib pajak bisa belunasi tunggakan berjalan tahun ini. Karena akhir tahun. Selain wajib pajak dikejar tutup buku di perusahaannya, akhir tahun juga biasanya kunjungan wisatawan meningkat.

 “Karena kunjungan ramai, jadi tidak sempat melunasi. Itu hampir terjadi tiap tahun. Ada saja tunggakan pajak,” ungkap Sudarsana.

Seperti diketahui, ada 405 wajib pajak hotel dengan target pajak  Rp 11 miliar, sudah teralisasi Rp 13,7 miliar. Sedangkan restaurant, ada 256 wajib pajak. Target pajaknya Rp 11 miliar. Sudah terealisasi Rp 11,2 miliar. “Kalau tunggakan berjalan ini lunas, berate realisasi jauh melampui target,” tandasnya.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia