Sabtu, 15 Dec 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Suci Meninggal, Terkejut Dengar Petir Menggelegar

07 Desember 2018, 22: 39: 20 WIB | editor : I Putu Suyatra

Suci Meninggal, Terkejut Dengar Petir Menggelegar

PETIR: Jenazah Ketut Suci dibaringkan pasca ditemukan meninggal dunia di sawah, paska petir menggelegar, Kamis (6/12) malam. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN - Seorang ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai petani ditemukan meninggal dunia di sawah, Kamis malam (6/12) sekitar pukul 18.30 Wita. Korban diduga meninggal dunia setelah terkejut mendengar suara petir menggelegar saat mabanten ke sawah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban Ni Ketut Suci, 62, warga Banjar Tohjiwa, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (6/12) sekitar pukul 15.00 Wita pergi kesawahnya seorang diri yang berlokasi di Subak Desa Banjar Tohjiwa untuk mabanten ke sawahnya. Namun, hingga pukul 18.30 Wita, korban tak kunjung pulang sehingga keluarga korban memutuskan untuk mencari korban ke sawah.

Suami korban yang ikut melakukan pencarian akhirnya menemukan korban sudah tak bernyawa dalam posisi telungkup di parit yang tidak ada airnya dengan wajah menghadap ke bawah, tepatnya di sawah milik Gusti Jepung yang jaraknya sekitar 40 meter dari sawah korban. Di sebelah lokasi penemuan korban, juga ada pohon Warung besar.

Bersama keluarga lainnya, korban selanjutnya dibawa kerumahnya. Korban diperkirakan meninggal dunia karena terkejut setelah mendengar suara petir menggelegar, terlebih korban memiliki riwayat penyakit jantung. Saat kejadian, cuaca memang sedang hujan lebat diiringi suara petir menggelegar sebanyak dua kali.

Saat ditemukan bibir dan hidung korban mengeluarkan darah,  dan dahinya memar, diperkirakan karena benturan dengan akar pohon kayu tempat korban jatuh. Setelah diperiksa oleh bidan dari Puskesmas II Nyambu, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun luka akibat benda tajam.                     

Perbekel Desa Nyambu, Ida Bagus Putu Sunarbawa membenarkan jika korban merupakan salah seorang warganya. “Saya sedang ke Kaba-kaba menjemput anak saya, lalu mendapatkan kabar bahwa ada warga yang ditemukan meninggal dunia,” ujarnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Jumat (7/12) kemarin.

Korban diperkirakan meninggal dunia akibat terkejut saat mendengar suara petir menggelegar, bukan karena tersambar petir. Menururt rencana, korban akan diaben, Sabtu (8/12). “Saat ini krama sedang mempersiapkan prosesi Pangabenan yang akan digelar besok (hari ini),” tandasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia