Kamis, 17 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Wisata Kuliner Malam di Pasar Kreneng, dari Jinggo hingga Babi Guling

08 Desember 2018, 17: 09: 17 WIB | editor : I Putu Suyatra

Wisata Kuliner Malam di Pasar Kreneng, dari Jinggo hingga Babi Guling

BERAGAM: Menu makanan beragam di Pasar Kreneng saat malam hari, jadi alasan pecinta kuliner untuk nongkrong habiskan malam di Kreneng. (KUSUMA YONI/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pasar Kreneng tak pernah sepi pengunjung. Bahkan, pasar yang mulai buka sekitar pukul 16.00 Wita ini, juga menjadi salah satu destinasi kuliner bagi wisatawan asing yang berwisata ke Bali secara mandiri.

Pasar Kreneng di era tahun 1990-an yang merupakan salah satu terminal angkutan dalam kota di Kota Denpasar ini, kini menjadi salah satu destinasi kuliner malam yang ramai dikunjungi. Beragam jenis menu makanan bisa ditemukan di pasar yang buka hingga dini hari ini, mulai dari lalapan hingga Babi Guling.


Namun yang menjadi favorit warga adalah Nasi Jinggo dan telur setengah matang. Selain itu, ada juga Babi Guling yang melegenda dan Soto Sapi yang selalu ramai dicari oleh warga Kota Denpasar, apalagi musim hujan seperti saat ini.


Mirah, salah seorang warga Denpasar Barat mengaku suka datang malam hari, karena Pasar Kreneng menyediakan beragam jenis makanan dengan harga terjangkau. "Selain harganya yang murah, jenis makanan yang tersedia juga beragam, dengan kualitas rasa yang enak," jelasnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group), kemarin.


Dari sekian banyak jenis makanan yang ada di Pasar Kreneng, yang menjadi favorit Mirah adalah Soto Sapi. Mirah mengaku, sudah menjadi langganan Soto Sapi ini sejak tahun 2009 silam, karena sejak pertama kali mencicipi menu ini, hingga kini rasanya tidak pernah berubah.
Jika Mirah menjadikan Soto Sapi sebagai makanan favoritnya, namun Gus Ratam asal Badung mengaku lebih menyukai Nasi Babi Guling sebagai menu wajibnya, jika berkunjung ke Pasar Kreneng ini. "Nasi Babi Guling Pasar Kreneng, cukup enak, bahkan dari segi porsi dan rasa tidak kalah dengan Nasi Babi Guling lainnya yang lebih terkenal," jelasnya.


Sedangkan untuk Nasi Jinggo dan telur setengah matang, menu ini bisa disebut sebagai menu makanan favorit hampir semua orang. Wayan Kari, salah seorang pedagang Nasi Jinggo di Pasar Kreneng mengakui hampir setiap malam bisa menghabiskan 200 hingga 250 bungkus.
Nasi Jinggo yang dijualnya, cukup beragam, mulai dari nasi  ayam, babi hingga Nasi Jinggo Pindang. "Banyaknya varian Nasi Jinggo yang kami jual karena dari pasokannya memang membuat beragam varian, namun yang favorit adalah Nasi Jinggo Ayam," ungkapnya.
Sedangkan untuk telur setengah matang, juga menjadi favorit karena  dipercaya mampu meningkatkan stamina, khususnya bagi mereka yang bekerja malam hari.


Selain warga Kota Denpasar dan sekitarnya, wisatawan asing juga banyak yang datang ke Pasar Kreneng karena tertarik menikmati beragam jenis sajian kuliner khas malam hari Kota Denpasar. "Biasanya yang datang sendiri adalah wisatawan yang sudah sering ke Bali. Kalau yang masih diantar warga lokal adalah wisatawan mandiri yang datang ke Denpasar dan ingin mengeksplorasi aktivitas wisata malam di Denpasar," tambahnya.


Harga makanan  yang disajikan di Pasar Kreneng ini dibanderol dengan harga cukup terjangkau, mulai dari Rp 5 ribu sampai dengan Rp 20 ribu per porsi. 

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia