Senin, 25 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Koster Rancang Industri Pengolahan Gabah di Buleleng

10 Desember 2018, 09: 47: 05 WIB | editor : I Putu Suyatra

Koster Rancang Industri Pengolahan Gabah di Buleleng

Gubernur Bali, Wayan Koster (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA-Industri pengolahan gabah dirancang dibangun di Kabupaten Buleleng tahun 2019 mendatang. Keberadaan industri ini diharapkan mampu mengatasi pengolahan gabah yang dihasilkan petani dari tiga Kabupaten. Yakni Buleleng, Jembrana  dan Tabanan.

Pernyataan itu dilontarkan Gubernur Bali, I Wayan Koster di sela-sela menghadiri Rakorcab yang digelar DPC PDIP Buleleng, di Gedung Mr. Ketut Pudja, Minggu (9/12) siang.

Koster menyebut, dipilihnya Buleleng menjadi tempat dibangunnya industri pengolahan gabah lantaran daerah itu merupakan daerah penghasil gabah yang cukup besar di Bali.

“Buleleng kan termasuk penghasil gabah yang banyak. Jadi kita akan bangun, supaya industrinya ada di Buleleng dan tenaga kerjanya bisa diserap,” ujar Koster kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Minggu siang.

Lanjut Koster, jika industri sudah beroperasi, diharapkan akan mengatasi hasil produksi gabah yang ada di tiga kabupaten di Bali. Diantaranya Buleleng, Tabanan dan Jembrana. “Rencananya mulai tahun 2019 akan dipersiapkan. Tujuannya agar pengolahan gabah tidak larinya ke Banyuwangi saja,” imbuhnya.

Lalu darimana pendanaannya? Politisi asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula ini menyebut anggaran yang dipergunakan pembangunan industri pengolahan gabah ini berasal dari hasil kerjasama dengan pihak ketiga.

Lokasinya pastinya di mana? Koster mengaku belum menentukan dimana titiknya. Sebab, pihaknya terlebih dahulu akan membahas lokasi pastinya dengan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

Ditambahkannya, pembangunan industri gabah di Buleleng ini merupakan salah satu dari sejumlah program strategis untuk menyeimbangkan ketimpangan Bali Utara dan Selatan. Menurutnya, selain industri pengolahan gabah, akan dibangun pula industri pengolahan wine dan pengolahan tebu menjadi gula.

“Buleleng kan memiliki potensi pertanian yang sangat tinggi. Jadi saya bersama Bupati Buleleng berkomitmen mengembangkan pertanian di Buleleng. Begitu juga di bidang pemasarannya, akan di bangun Pasar Buah Banyuasri di Buleleng. Sehingga menjadi pusat buah lokal segar dan berkualitas.

Sementara itu Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyambut baik rencana pembangunan industri pengolahan gabah di Buleleng. Menurutnya, langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas beras yang dihasilkan sehingga menciptakan ketahanan pangan bagi Buleleng dan Bali pada umumnya.

“Ya penggilingan gabah yang berkualitas yang diharapkan pak Gubernur. Sehingga randomnya di atas 80 persen. Karena selama ini kan sering penggilingan gabahnya sudah tua, berasnya hancur, sehingga ada peningkatan kualitas dan kuantitas.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia