Rabu, 20 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Balihonya Dirusak Orang, Tika Winawan Meradang

10 Desember 2018, 10: 25: 44 WIB | editor : I Putu Suyatra

Balihonya Dirusak Orang,  Tika Winawan Meradang

DIRUSAK: Baliho Tika Winawan yang dirusak orang tak dikenal. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, dugaan perusakan alat peraga kampanye (APK) calon legislatif (caleg) terjadi di Kabupaten Klungkung. APK berupa baliho yang dirusak adalah milik caleg DPRD Klungkung dari Partai Nasdem, I Putu Tika Winawan.

Pantauan wartawan Bali Express, Minggu (9/12), tiga baliho Tika Winawan yang dirusak adalah yang dipasang di Jalan Untung Surapati, Semarapura. Bagian muka Tika Winawan pada baliho itu dicat hitam. Pun demikian dengan namanya juga dihitamkan. Selain baliho Tika Winawan. Ada juga spanduk lain, yakni milik caleg Dewa Yudhi Endra Putra di sana. Namun hanya baliho Tika Winawan yang dirusak.

Ditemui saat melihat balihonya kemarin, Tika Winawan  mengaku mendapat laporan balihonya dirusak Sabtu (8/12) pagi.    Itu disampaikan teman-temannya. Hingga saat ini belum diketahui pelaku perusaknya, termasuk kapan dirusak. Padahal, dia memasang baliho itu sudah izin tertulis dari pihak Puri Agung Klungkung tempat baliho itu dipasang.

Mengacu PKPU 23/2018, pemasang baliho diperbolehkan di ranah pribadi, dengan catatan sudah mendapat izin dari pemiliknya. Tika Winawan menduga pengerusakan itu karena ada pihak-pihak yang tidak senang dirinya mencalonkan diri. “Atau bisa juga karena takut satu kursi di dapil (daerah pemilihan) Kecamatan Klungkung direbut saya. Itu bisa jadi,” ungkap Tika Winawan.

Pihaknya menganalisa demikian lantaran namanya tak asing di kancah politik Klungkung. Tika Winawan tercatat pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Klungkung periode 2009-2014. Saat itu, dia maju lewat Partai Hanura. Pada Pilkada Klungkung 2013, dia mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Klungkung mendampingi Tjokorda Raka Putra. Kemudian, Tika Winawan sempat mencalonkan diri ke DPRD Bali pada Pileg 2014.

Disinggung terkait langkahnya setelah balihonya rusak, politikus asal Desa Selat, Klungkung itu memilih diam. Tidak akan menempuh jalur hukum. Dia juga tidak akan mengganti dengan yang baru. “Biarkan saja lah. Berarti ada oknum masyarakat kurang paham berdemokrasi,” sambungnya.
Dengan kejadian tersebut, ia menyadari ada pihak-pihak yang tidak suka dengan dirinya. Artinya bisa lebih waspada. “Ambil hikmahnya saja. Presiden Jokowi yang banyak pembangunan saja, banyak tidak suka. Apalagi sekelas saya,” tandas ketua Bapilu Nasdem Klungkung itu.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia