Kamis, 24 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Bawaslu Investigasi Perusakan APK di Klungkung

11 Desember 2018, 10: 33: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bawaslu Investigasi Perusakan APK di Klungkung

DIRUSAK: Salah satu baliho yang dirusak di Klungkung. (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA-  Dugaan perusakan APK (Alat Peraga Kampanye) berupa baliho milik calon legislative (caleg) DPRD Klungkung, I Putu Tika Winawan ditindaklanjuti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klungkung. Dengan melakukan investigasi internal. Meskipun dugaan perusakan itu tidak dilaporkan secara resmi yang bersangkutan (Tika Winawan Red-).

Divisi Pengawasan dan Hubungan Kelembagaan Bawaslu Klungkung, Cokorda Raka Partawijaya mengungkapkan, investigasi itu untuk kepentingan internal. Bawaslu mencari kebenaran informasi perusakannya. “Nanti kami akan buatkan berita acara apapun hasilnya. Itu untuk internal saja,” ujar Partawijaya saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group) kemarin (10/12).

Investigasi  dinilai penting sebagai pegangan Bawaslu untuk memetakan kerawanan Pemilu 2019. Terlebih, dugaan perusakan APK bukan pertama kali terjadi. Sekitar sebulan lalu, Bawaslu juga mendapat informasi lisan dugaan perobekan baliho  caleg Partai Garuda di Desa Satra dan Desa Tojan. Sama halnya dengan baliho Tika Winawan. Dugaan perusakan baliho milik caleg Garuda itu juga tidak dilaporkan resmi. “Kami hanya dapat informasi lisan saja,” terangnya.

Melihat mulai adanya riak-riak itu, Bawaslu terus berupaya melakukan pendekatan kepada partai politik (parpol) maupun para caleg agar bisa menjaga pendukungnya. Tidak sampai melakukan perusakan. Sebab lanjut Partawijaya,  berdasarkan Undang-Undang 7/2017 tentang Pemilu, di sana disebutkan sanksi pidana bagi pelaku. Yakni pidana kurungan maksimal 7 tahun, dan denda maksimal Rp 12 juta. Mereka yang APK-nya dirusak bisa melapor ke Bawaslu. Nanti akan dibahas di sentra Gakkumdu. Jika ternyata ada unsur pidana, maka akan dilimpahkan ke polisi. “Jangan sampai hanya gara-gara merusak APK dipenjara,” tandasnya.

Seperti diketahui, baliho Tika Winawan di Jalan Untung Surapati, Semarapura diduga dirusak. Bagian muka dan namanya dicat hitam. Atas kejadian itu, Tika Winawan mengaku tidak menempuh jalur hukum. Pantauan wartawan kemarin, dugaan perusakan baliho milik Tika Winawan tak hanya di Jalan Untung Surapati. Balihonya di Jalang Angsoka, Semarapura juga diduga dirusak.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia