Rabu, 20 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Features

Awalnya Mau Perbaiki DVD, malah Jadi Miniatur Sepeda Motor

12 Desember 2018, 21: 02: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Awalnya Mau Perbaiki DVD, malah Jadi Miniatur Sepeda Motor

KARYA SENI: Salah satu karya Kadek Rai Suastika, 37 berupa minatur sepeda motor berbahan pemutar DVD bekas. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, TABANAN - Pria yang satu ini berhasil menyulap DVD bekas menjadi karya seni berdaya jual tinggi. Diantaranya miniature sepeda motor ia buat dari bahan DVD bekas yang bagi sebagian orang merupakan sampah yang hanya bisa menghuni tong sampah. Karyanya tersebut bahkan diminati masyarakat dan tak sedikit yang ingin memilikinya.

Pria yang beralamat Banjar Piling Tengah, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan ini memulai hobinya tersebut ketika DVD player yang ia miliki rusak. Untuk menghemat biaya, dirinya pun mencoba memperbaikinya seorang diri, namun ternyata DVD player tersebut tidak bisa lagi diperbaiki.

Karena sudah terlanjur dibongkar, Kadek Rai Suastika, 37, kemudian mencoba memisahkan sparepart DVD tersebut dan entah bagaimana ia malah terfikirkan untuk membuat karya seni berupa miniature sepeda motor. “Saya mulai membuat miniatur sepeda motor secara otodidak, memang sih awalnya tidak begitu bagus,” ungkapnya.

Ia pun tak mudah berpuas diri, dan semakin tertarik untuk bisa menghasilkan karya yang lebih baik sehingga dirinya kembali mencari DVD player bekas dari beberapa orang temannya untuk kemudian sparepartnya digunakan sebagai bahan minatur sepeda motor. “Jadi kita ambil bagian pemutar DVD pada DVD player yang sudah rusak, itu yang digunakan untuk membuat miniature sepeda motor ini,” lanjutnya.

Selain sparepart pemutar DVD, bahan-bahan lain yang digunakan Suastika adalah kabel bekas, pipa paralon bekas, sandal bekas dan tutup toples. Semua memanfaatkan benda-benda yang sudah tidak terpakai. Karena menurutnya, disamping menyalurkan hobi, pembuatan miniature ini juga merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan terutama terhadap sampah yang sulit didaur ulang. Selain belajar membuat miniature secara otodidak, dirinya juga menambah ilmu dari tayangan di youtube untuk menyempurnakan karyanya. “Terutama itu pembuatan bannya,” tukasnya.

Untuk menyelesaikan satu unit miniatur sepeda motor, dirinya bisa menghabiskan waktu dua hingga tiga jam, ditambah waktu merakit bagian-bagian sepeda motor sekitar satu jam. “Kalau dulu waktu awal-awal bisa sampai 3 hari, tetapi setelah terbiasa bisa saya kerjakan 2 sampai 3 jam,” imbuh Suastika.

Hasil karyanya tersebut kemudian ia unggah di media sosial Facebook maupun WA group, dan ternyata mendapatkan respons positif dari teman-temannya. Dan hingga saat ini sudah ada sekitar 15 unit miniatur sepeda motor yang terjual. Dirinya menjual miniature sepeda motor tersebut dengan harga yang bervariasi tergantung ukuran yakni mulai dari Rp 50.000 hingga ratusan ribu rupiah. “Dan sekarang sedang proses pengerjaan dua unit karena ada pemesan yang mau COD di seputaran Dalung nanti,” tegasnya.

Ia pun berharap kedepannya bisa terus berkarya khususnya dengan memanfaatkan benda-benda bekas yang ada disekitar lingkungannya. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia