Kamis, 24 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Ini Beda Pura Kahyangan Jagat, Sad Kahyangan, dan Dang Kahyangan

13 Desember 2018, 11: 00: 44 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ini Beda Pura Kahyangan Jagat, Sad Kahyangan, dan Dang Kahyangan

JAGAT: Pura Besakih di Karangasem sebagai pusat dari seluruh Pura Kahyangan Agung panyungsung Pura Kahyangan Jagat di Bali. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pura  untuk umat Hindu berdasarkan fungsinya digolongkan ke dalam Pura Kahyangan Jagat, Sad Kahyangan, dan Dang Kahyangan. Jadi, apa bedanya ketiga pura tersebut?

Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma (PHDI) Provinsi Bali, Pinandita Pasek Swastika mengatakan, Pura Kahyangan Jagat umumnya terletak di seluruh penjuru mata angin Pulau Bali, yang juga menjadi perlambang untuk menjaga keseimbangan alam semesta. "Pura Sad Kahyangan adalah enam Pura Kahyangan Agung panyungsungan jagat yang jumlahnya enam dan terletak di penjuru mata angin," urai Pinandita Pasek Swastika kepada Bali Express (Jawa Pos Group), kemarin di Denpasar.


Selain Pura Kahyangan Jagat dan Sad Kahyangan, lanjutnya, ada juga yang disebut Pura Dang Kahyangan. Pura Dang Kahyangan adalah tempat suci yang dibuat atau dibangun untuk mengenang jasa para pimpinan umat Hindu yang pernah datang ke Bali, seperti Rsi Markandya, Dhanghyang Dwijendra, dan Danghyang Asthapaka. Dikatakannya, ada perbedaan yang jelas antara Pura Kahyangan Jagat, Sad Kahyangan, dan Dang Kahyangan. "Berbeda dari segi fungsi dan tatanannya," jelasnya.


Pura Kahyangan Jagat umumnya berfungsi sebagai stananya para dewa yang ditujukan sebagai penjagadi sembilan arah mata angin. Yang termasuk dalam Pura Kahyangan Jagat adalah Pura Lempuyang yang berada di ujung Timur Pulau Bali itu, stana Dewa Iswara sebagai manifestasi Tuhan untuk menjaga Pulau Bali di arah Timur. Lalu Pura Andakasa, tempat pemujaan Dewa Brahma yang terletak di sebelah Selatan Pulau Bali. Kemudian Pura Batukaru merupakan stana Mahadewa yang terletak di ujung Barat Pulau Bali.

Selanjutnya Pura Ulun Danu Batur yang merupakan stana Dewa Wisnu,  terletak di sebelah Utara Pulau Bali. Pura Goa Lawah terletak di Tenggara Pulau Bali, jadi stana Dewa Maheswara. Ada juga Pura Uluwatu. Pura yang terletak di sebelah Barat Daya Pulau Bali ini sebagai stana Dewa Rudra. Kemudian ada Pura Bukit Pengelengan (Puncak Mangu) yang berada di sebelah Barat Laut Pulau Bali, sebagai stana Dewa Sanskara.


Selanjutnya Pura Pasar Agung yang terletak di sebelah Timur Laut Pulau Bali, berstana Dewa Sambhu. Dan, terakhir di tengah terdapat Pura Besakih sebagai pusat dari seluruh Pura Kahyangan Agung panyungsung Pura Kahyangan Jagat di Bali.

"Jadi, Pura Kahyangan Jagat di Bali itu ada sembilan, yang  masing - masing memiliki areal wilayahnya. Tidak sembarangan sebuah pura dikatakan Kahyangan Jagat. Selain kesembilan pura itu tidak ada lagi Pura Kahayangan Jagat di Bali,"tegasnya.

Lantas, apa bedanya Pura Kahyangan Jagat dengan Sad Kahyangan? Pinandita berjanggut putih ini menjelaskan, Kahyangan Jagat merupakan seluruh Pura Kahyangan yang ada di Bali. Sedangakan Sad Kahyangan hanya enam Kahyangan Jagat yang terletak di penjuru mata angin. Jadi, Kahyangan Jagat sudah termasuk tiga pura inti yang disebut tiga Pura Kahyangan, yaitu Pura Besakih, Pura Ulun Danu Batur, dan Pura Andakasa. Sedangkan Sad Kahyangan adalah Pura Kahyangan yang tidak menyertakan tiga Pura Kahyangam inti sebagai kelompok Sad Kahyangan.

"Sebenarnya ada beberapa sumber yang menjelaskan Pura Sad Kahyangan berbeda beda, karena ketika zaman kerajaan, setiap kerajaan memiliki Pura Sad Kahyangannya sendiri - sendiri," jelasnya.


Dalam beberapa lontar, lanjutnya,  disebutkan pura yang termasuk dalam Sad Kahyangan adalah Pura Lempuyang, Pura Andakasa, Pura Batukaru, Pura Batur Kintamani, Pura Penataran Agung dan Pura Dalem Puri. "Jadi, semua dewa atau bhatara yang distanakan di Pura Kahyangan Agung adalah personifikasi dari kemahakuasaan Tuhan yang disebut Astaiswarya," jelasnya.
Di samping Pura Kahyangan Jagat dan Sad Kahyangan, ada juga Pura Dang Kahyangan. Sesuai fungsinya, Dang Kahyangan merupakan tempat suci yang dibuat untuk mengenang jasa para pemimpin umat Hindu yang pernah datang ke Bali, seperti Rsi Markandya dan Dang Hyang Dwijendra.


Dikatakannya, dalam lontar Dwijendra Tatwa tertulis beberapa pura tergolong  dalam Dang Kahyangan, yaitu Pura Purancak Jembrana, Pura Rambut Siwi Jembrana, Pura Amertasari Jembrana, Pura Prapat Agung Jembrana, Pura Pulaki Buleleng, Pura Pesanggrahan Melanting di hutan Buleleng, Pura Kayu Putih Buleleng, Pura Bulakan Mengwi, Pura Pakendungan Tanah Lot Tabanan, Pura Taman Pule Desa Mas Gianyar, dan lainnya.

"Dalam lontar itu disebutkan ada 34 pura yang disebut sebagai Pura Dang Kahyangan.  34 pura itu dibangun masyarakat sebagai penanda bahwa beliau pernah datang dan memberi pengetahuan dan membantu masyarakat," tandasnya.

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia