Selasa, 22 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ditahan dalam Kasus Korupsi, Gaji Catur Dipotong 50 Persen

13 Desember 2018, 20: 19: 25 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ditahan dalam Kasus Korupsi, Gaji Catur Dipotong 50 Persen

DIGIRING: Made Catur Adnyana (pakai rompi) digiring ke mobil tahanan Kejari Klungkung, Selasa (11/12). (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Tersangka dugaan korupsi proyek Biogas di Nusa Penida Made Catur Adnyana tak hanya harus mendekam di balik jeruji besi. Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan Dinas Pariwisata Klungkung itu mulai dipreteli sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dia wajib diberhentikan sementara, dan penghasilannya dipotong 50 persen. Berbeda dengan tersangka Gede Gita Gunawan. Penahanan tak mempengaruhi gaji dan statusnya Gita Gunawan yang anggota DPRD Klungkung.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Klungkung I Komang Susana mengungkapkan, mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11/2017 tentang Manajemen PNS, bagi PNS yang ditahan karena terlibat tindak pidana wajib diberhentikan sementara. “Itu wajib,” tegas Susana saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group), Kamis (13/12).

Hanya saja, pemberhentian sementara belum bisa diproses karena Dinas Pariwisata tempat Catur Adnyana bertugas belum mengirimkan surat penahanan yang dikeluarkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung yang menangani dugaan korupsi tersebut. “Kami harap Dinas Pariwisata bisa cepat mengirim kepada kami. Karena pemberhentian sementara itu mengacu PP,” ujar mantan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Klungkung itu.

Kasubid Pembinaan BKPSDM Klungkung Gusti Ayu Puja menambahkan, pemberhentian sementara dimaksudkan supaya yang bersangkutan fokus menghadapi kasus hukumnya. Lagi pula, saat ditahan yang bersangkutan tidak bisa menjalankan aktivitasnya sebagai PNS.  Sebagaimana disebutkan pada pasal 282 huruf a dan b PP 11/2017, pemberhentian sementara berlaku sejak penahanan sampai dengan dibebaskannya tersangka dengan surat perintah penghentian penyidikan atau penuntutan oleh pejabat yang berwenang, atau ditetapkannya putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).

Seperti diketahui, Catur Adnyana adalah salah satu tersangka proyek Biogas yang merugikan negara Rp 792 juta. Selain Catur Adnyana, dugaan korupsi itu juga menyeret anggota DPRD Klungkung Gede Gita Gunawan dan istrinya Thiarta Ningsih. Gita Gunawan dan Catur Adnyana ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klungkung sejak Selasa (11/12) lalu. Sedangkan Thiarta Ningsih tidak ditahan. Dia tidak memenuhi panggilan penyidik saat  penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke penuntut umum (tahap dua) Selasa lalu.

Saat proyek itu berjalan Catur Adnyana adalah kuasa pengguna anggaran (KPA) pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Keluarga Berencana sebagai instansi yang mengelola anggaran dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia