Selasa, 26 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Tirtawan Usul “Mareresik Sarwa Cemer” Bisa 6 Bulan atau Setahun Sekali

17 Desember 2018, 08: 20: 31 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tirtawan Usul “Mareresik Sarwa Cemer” Bisa 6 Bulan atau Setahun Sekali

Anggota Komisi I DPRD Bali, Nyoman Tirtawan (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Bali saat ini begitu kotor. Daerah yang hidup dari pariwisata, namun lingkungan penuh sampah, kesadaran untuk bersih dari sampah sangat kecil. Limbah rumah tangga, sampah organik dan nonorganik campur aduk masuk got. Bermuara ke sungai dan berlabuh ke laut. Anggota Komisi I DPRD Bali Nyoman Tirtawan punya ide untuk membuat gerakan sehari. Seluruh masyarakat Bali membersihkan sampah secara menyeluruh.

Kali ini Tirtawan ingin menyempurnakan idenya, dengan mencetuskan ide dengan hari khusus “Mareresik Sarwa Cemer” membersihkan segala bentuk sampah dan limbah atau kotoran. “Buatkan hari khusus yang mesti dilakukan setiap tahun atau setiap enam bulan, dengan nama hari khusus “Mareresik Sarwa Cemer” atau membershkan segala bentuk kotor, kotor dalam arti sekala,” ujar Tirtawan.

Dia memberikan perumpamaan, tetua atau leluhur Bali atau Hindu di negeri ini memiliki ide untuk membuat Hari Raya Nyepi. Nyepi bagi dunia dianggap langkah jenius tetua atau leluhur Bali, untuk memberikan alam ini rehat, memberikan bhuana agung dan bhuana alit rehat sehari penuh. Hari tanpa listrik, tanpa aktivitas, tanpa miras dan lainnya. Bahkan berhasil menutup aktivitas bandara. “Benar – benar membuat alam bhuana agung alam Bali istirahat, kemudian dalam tubuh manusia juga diberikan istirahat secara penuh dalam satu hari,” kata politisi asal Bebetin, Buleleng ini.

Ide cemerlang ini bahkan masuk konverensi tingkat dunia, terkait global warming. Bahkan muncul juga silent day yang dirayakan oleh dunia namun belum bisa seperti Nyepi. Hari Raya Nyepi cenderung dirayakan dengan konsep mengedepakan hal niskala lebih dominan. Bagi Tirtawan mesti ada langkah cerdas oleh generasi masa kini. “Leluhur kita punya ide memberikan alam istirahat dengann nyepi, nyepi menjadi ide cemerlang, hemat energi dan memberikan waktu rehat bhuana agung dan bhuana alit di tubuh manusia ini,” kata Tirtawaan.

Baginya saat ini, Gubernur Bali bisa mengambil semangat leluhur Bali membuat Hari Raya Nyepi, hari raya lainnya yang begitu cerdas. Tirtawan mengatakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini mesti mampu melahirkan hari khusus sejenis hari raya untuk membersihkan sampah secara serentak, oleh semua manusia di Bali, untuk seluruh wilayah Bali. “Satu hari khusus seluruh limbah, sampah, dan kotoran lain mesti bersih total dari pulau Bali, kalau saya sebut dengan istilah mereresik sarwa cemer,” kata vokalis DPRD Bali ini.

Dia mengatakan, semua elemen masyarakat bergerak dalam satu hari penuh. Mulai dar Gubernur merapatkan bupati/wali kota, kemudian berikan sosialisasi kemudian berikan pemahaman dan arah dari gerakan Hari Mareresik Sarwa Cemer ini. Setelah itu tentukan hari baiknya, dan jalankan secara rutin. Apakah setiap enam bulan atau setahun sekali. “Cari hari baik, kemudian lakukan rutin saban enam bulan atau satu tahun. Cari hari Minggu, atau usulkan biar menjadi hari fakultatif,” imbuhnya.

Seluruh sampah dan limbah buang sementara ke TPA untuk di awal. Selanjutnya sentuh dengan program penanganan lingkungan, pengolahan sampah dari sumbernya. Selanjutnya baru berita sentuhan teknologi untuk pengelolaan sampah dan limbah di masing – masing desa atau lainnya. Untuk mengurangi sampaah masuk TPA. “Namun langkah awal masukan ke TPA dulu, biar tahu bagaimana indahnya dan enaknya hidup dengan lingkungan yang bersih,” pungkasnya. 

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia