Selasa, 19 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Akar Bambu, Disulap Jadi Asbak hingga Tempat Lampu

18 Desember 2018, 12: 22: 18 WIB | editor : I Putu Suyatra

Akar Bambu, Disulap Jadi Asbak hingga Tempat Lampu

BAMBU: Perajin akar bambu yang menunjukkan hasil karyanya di Susut, Bangli, Senin kemarin (17/12). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, BANGLI - Ratusan kerajinan hasil polesan tangan berbahan akar bambu dipajang pada salah satu art shop di Desa Susut, Kabupaten Bangli, Senin kemarin (17/12). Akar bambu itu juga tampak dijadikan kentungan, asbak, hiasan, hingga tempat lampu. Selain itu, harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 600 ribu. 

Perajin akar bambu, I Wayan Nela menjelaskan kepada Bali Express (Jawa Pos Group) bahwa ratusan kerajinan tangan itu adalah pesanan. Mulai dari beberapa daerah di Bali, luar Bali hingga luar negeri. "Selain pesanan memang ada dari langganan, kita juga buat untuk dipajang pada sebuah pameran lokal hingha internasional," terangnya. 

Dalam proses pembuatan, Nela mengaku harus melalui beberapa tahapan. Mulai dari membersihkan akar bambu yang berisi tanah, kemudian mengukir,  menghaluskan, sampai mempernisnya. Setelah itu baru dikatakan siap dipaketkan dan dikirim sesuai alamat pesanan. 

Ditanya kendala, pria asli Banjar Sri Batu, Desa Panglumbaran,  Susut Bangli ini mengaku hanya pada saat mengukir saja. Karena bahan dan jenis akar bambu ada yang sedikit padat dan renyah. Sehingga dalam satu hari paling banyak ia mampu mengukir akar bambu mencapai lima buah saja. 

"Lima itu pun dari pagi sampai malam. Kalau kendala bahan tidak ada permasalahan, karena kita ada suplaiyer dari daerah Kubu Bangli. Mengingat di sana sebagai penghasil bambu," papar dia. 

Selain bambu, Nela juga mengaku membuat kerajinan dari batang jeruk. Tetapi itu dikerjakan sesuai permintaan saja, dan sering digunakan sebagai tempat lampu dan hiasan seperti burung-burungan. Sedangkan ukurannya rata-rata 1 meter dengan diameter 30 sampai 60 centimeter. 

"Kalau saat dikirim itu biasanya dipak dan diangkut kontainer. Kalau untungya belum bisa saya katakan. Terpenting satu buah kerajinan itu seharga Rp 20 sampai Rp 600 ribu," imbuhnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia