Selasa, 22 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Miliki 11,60 Gram Kokain, Bule Australia dan Perempuan Lokal Diadili

20 Desember 2018, 09: 23: 35 WIB | editor : I Putu Suyatra

Miliki 11,60 Gram Kokain, Bule Australia dan Perempuan Lokal Diadili

SIDANG PERDANA: Dua terdakwa kepemilikan kokain, Brandon Luke Johnson dan Remi Purwanti, saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (19/12) kemarin. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR – Seorang warga Australia, Brandon Luke Jhonson,43, dan seorang warga Indonesia, Remi Purwanti,43, didakwa karena kasus kepemilikan kokain seberat 11,60 gram.  Rabu (19/12) kemarin, keduanya menjalani sidang pertama dengan agenda pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Denpasar.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai I Ketut Kimiarsa, jaksana penuntut umum (JPU) mendakwa keduanya secara alternatif. Dalam dakwaan kesatu, keduanya diduga melakukan tindak pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. Sedangkan dalam dakwaan alternatif berikutnya, kedua terdakwa diduga melakukan tindak pidana narkotika sesuai Pasal 112 ayat (1) dalam undang-undang yang sama.

Penangkapan terhadap dua terdakwa ini merupakan hasil pengembangan terhadap kasus yang menjerat Bena Livia Magusta. Bena sendiri merupakan terpidana kasus narkotika yang sudah divonis empat tahun. Dalam persidangannya saat itu, Bena lagi hamil tua.

Seperti diuraikan Jaksa Yuli Peladiyanti selaku penuntut umum dalam perkara ini, Bena saat itu ditangkap pada 4 Agustus 2018 sekitar pukul 20.30 di Jalan Intan Permai, Gang Intan Sari, Nomor 7, Kamar Nomor 4 di lantai dua, Banjar Pengubengan Kangin, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Dalam penangkapan yang disertai penggeledahan itu, petugas menemukan empat plastik klip berisi kokain. Dan dari pengakuan Bena, serbuk putih itu diperoleh dari terdakwa Remi dan Brandon.

Dari informasi itulah, petugas kemudian menangkap kedua terdakwa di tempat kosnya di Jalan Mataram Gang Pisang III Nomor 2, Kuta, Badung. Waktu itu, petugas tidak langsung bisa menemukan kedua terdakwa. Karena saat pintu kamar diketuk, terdakwa tidak membukakannya.

“Setelah petugas mematikan aliran air barulah terdakwa satu (Remi) membukakan pintu kamar,” ungkap jaksa.

Saat itu juga penggeledahan kemudian dilakukan. Interogasi yang semula dilakukan terhadap terdakwa satu juga dilakukan pada terdakwa dua, Brandon, yang sebelumnya sedang tidur.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sebuah tas kain berwarna biru yang di dalamnya berisi 13 paket kokain. Keduanya lantas mengakui kalau barang itu merupakan milik mereka yang diperoleh dari seseorang yang mereka ketahui bernama Made seharga Rp 40 juta. Dan barang itu mereka terima dari Made di Jalan Legian Kelod, sebelum Ground Zero, pada 2 Agustus 2018 lalu.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia