Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Features

Tidak Punya Uang Beli Tuak, Rumah Bedeng pun Disatroni

22 Desember 2018, 06: 00: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tidak Punya Uang Beli Tuak, Rumah Bedeng pun Disatroni

MANIAK: Tiga buruh proyek yang menjadi terdakwa pencurian, Kornelis Meta alias Nelis, Dominggus Jaka alias Domi, dan Robiskaka, saat menjalani sidang pertama karena mencuri agar punya modal membeli tuak. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Tiga buruh bangunan masing-masing Kornelis Meta alias Nelis,23; Dominggus Jaka alias Domi,21; dan Robiskaka,21, boleh dikata tuak maniak. Saking hobinya menenggak tuak, mereka nekat mencuri. Itu dilakukan karena tidak punya modal untuk membeli tuak. Sementara hasrat mereka untuk meneguknya sudah tidak bisa ditahan.

Akibat kenekatannya tersebut, kini Nelis, Domi, dan Robiskaka mesti menjalani sidang di Pengadilan Negeri Denpasar. Kemarin (21/12) mereka menjalani sidang pertamanya.

Oleh penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Badung, Rika Ekayanti, mereka didakwa melakukan pencurian. Ketiganya diancam dengan menggunakan Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Dewa Budi Watsara, ketiga terdakwa disebutkan melakukan pencurian di areal bedeng yang berlokasi di Jalan Wanagiri, belakang Hotel Samasta, Jimbaran, Badung.

Perbuatan itu mereka lakukan pada 21 September 2018 dini hari. Sekitar pukul 03.00. Untuk menjangkau tempat itu, ketiganya berboncengan dengan menggunakan satu motor. Yamaha Mio warna hitam DK 2574 IW milik terdakwa Nelis. “Mereka berangkat dari sebuah warung yang menjual tuak,” jelas penuntut umum.

Saat tiba di lokasi kejadian, mereka tidak langsung melakukan aksinya. Mereka memilih untuk memantau situasi di sekeliling lokasi kejadian. Setelah dirasa aman, terdakwa Nelis yang jadi eksekutor dalam pencurian itu masuk ke dalam bedeng yang ditempati Afif Khoirul Anam, Masrukhan, Ogik, dan Teguh.

Sementara dua terdakwa lainnya tetap mengawasi situasi di sekitar. Terdakwa Domi mengawasi dari sepeda motor. Sementara terdakwa Robiska memantau dari belakang bedeng.

Saat terdakwa Nelis masuk ke dalam bedeng itu, para saksi korban sedang tidur lelap. Sehingga mereka tidak sadar ada tamu tidak di undang yang datang.

Singkat cerita, terdakwa Nelis kemudian mengambil empat ponsel milik Afif. Kemudian uang tunai Rp 130 ribu, selembar kartu ATM BRI, uang sebanyak Rp 600 ribu kepunyaan Ogik, serta beberapa barang lainnya milik saksi korban.

“Setelah mendapatkan barang dan uang tersebut, terdakwa satu (Nelis) keluar dari bedeng. Kemudian ketiga terdakwa pergi dari lokasi bedeng yang ditempati saksi korban. Sementara barang dan uang hasil curian tersebut dijual untuk membeli alkohol (tuak),” ungkap penuntut umum.

Akibat perbuatan terdakwa itu, korban Afif mengalami kerugian sebesar Rp 800 ribu, korban Masrukhan mengalami kerugian sebesar Rp 1.830.000, korban Ogik Rp 1.200.000; dan Teguh sebesar Rp 1.500.000. Sehingga total kerugian akibat perbuatan ketiga terdakwa itu senilai Rp 5.330.000.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia