Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali
Desa Visesa Ubud

Hadirkan Suasana Desa dan Aktivitas Pertanian Tradisional

03 Januari 2019, 10: 19: 22 WIB | editor : I Putu Suyatra

Hadirkan Suasana Desa dan Aktivitas Pertanian Tradisional

ALAMI: Suasana di Desa Visesa Ubud dengan nuasa alam pedesaan dan ragam kegiatan pertanian tradisional. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, UBUD - Berwisata ke Bali menjadi salah satu pilihan wisata bagi wisatawan asing. Tidak saja karena akses menuju Pulau Dewata yang semakin mudah. Tapi fasilitas liburan di Bali memang beragam, dari wisata alam hingga wisata budaya.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati aktivitas wisata budaya dengan suasana pedesaan, Bali pun jelas bisa menjadi tujuan. Karena akomodasi wisata di Bali yang menyediakan fasilitas berlibur dengan nuansa pedesaan tak sulit untuk dicari. Mulai dari resort mewah hingga desa wisata yang menyediakan fasilitas tempat tinggal.

Salah satu destinasi dengan suasana pedesaan yang alami dan cukup mudah dijangkau, yakni Desa Visesa di Ubud, Gianyar. Terletak di dekat pusat kampung turis Ubud, mencari destinasi wisata ini memang tidak sulit. Di destinasi ini, wisatawan tidak saja bisa menikmati fasilitas wisata yang nyaman, namun juga bisa menikmati suasana liburan di desa yang asri.

Kepala Desa Visesa Ubud, Adi Suarayasa mengatakan, destinasi wisata dengan alam pedesaan ini memiliki luas 6,5 hektare. Daerahnya terhampar di tengah persawahan dengan fasilitas desa yang mengelilinginya. “Untuk mengelilingi area resort itu terdapat fasilitas buggy yang siap mengantar para tamu ke kamar, maupun ke fasilitas lainnya, atau sekadar berjalan-jalan,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Suasana pedesaan di Desa Visesa ini, dikatakan Adi, tidak saja bisa dinikmati dari suasana persawahannya semata. Tapi di lokasi ini ragam jenis aktivitas juga disediakan pengelola. Mulai dari aktivitas bercocok tanam dengan cara tradisional, hingga aktivitas mengenal budaya Bali, seperti nanding canang.

Adapun konsep yang ditawarkan Desa Visesa yakni kembali ke alam. Sehingga akomodasi wisata yang terdiri dari 40 unit villa ini, desainnya masih menggunakan desain Bali klasik. Seperti bentuk bangunan hingga furniture yang digunakan didominasi bahan kayu dan atap ilalang.

Adi melanjutkan, konsep bangunan dan suasana liburan yang disajikan di Desa Visesa, selain karena trend liburan yang disukai wisatawan saat ini. Juga karena konsep liburan kembali ke alam menjadi kebutuhan dari masyarakat modern.

Sebab aktivitas masyarakat modern lebih banyak disibukan dengan kegiatan di kota besar.

“Makanya aktivitas refreshing dengan suasana pedesaan akan menjadi pilihan yang tepat untuk mengusir penat setelah bekerja,” ungkapnya.

Selain ramah untuk orang dewasa, Desa Visesa juga merupakan salah satu akomodasi yang ramah untuk anak. Terbukti dari beragam jenis kegiatan yang bisa dinikmati anak-anak. Kegiatan yang dikhususkan untuk anak-anak, sengaja disediakan Desa Visesa sebagai upaya mengenalkan anak kehidupan ala pedesaan. Seperti kegiatan dalam masyarakat agraris, lewat even farm outbond yang tersedia. “Dalam aktivitas ini, anak-anak bisa melihat cara bercocok tanam, mengenal alat pertanian tradisional yang hingga saat ini masih digunakan petani di Bali,” lanjutnya.

Tidak itu saja, anak-anak ini juga diajak langsung untuk melakukan kegiatan bertani, mulai dari menanam sayuran, mengembala bebek, membajak sawah, serta melakukan aktivitas panen padi.

Aktivitas lain yang juga bisa dilakukan anak-anak yakni menaiki kuda poni, dan diajak berkeliling areal Desa Visesa melalui areal persawahan. Kemudian menyusuri peternakan, dan berakhir di kawasan playground. Sebuah arena yang menyediakan beragam jenis permainan tradisional.

“Selama melakukan kegiatan itu, anak-anak ini juga akan dipandu para staf yang sudah terlatih dan telaten dalam mengurusi anak kecil. Sehingg para orang tua bisa melakukan aktivitas untuk relaksasi,” pungkasnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia