Kamis, 17 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Pura Er Jeruk Gelar Karya Agung 30 Tahun Sekali, Gunakan 5 Kebo

08 Januari 2019, 10: 29: 46 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pura Er Jeruk Gelar Karya Agung 30 Tahun Sekali, Gunakan 5 Kebo

PERSIAPAN: Sejumlah krama membuat persiapan karya agung di Puar Er Jeruk. (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk di Pantai Purnama, Sukawati, Gianyar, bakal melaksanakan karya agung yang digelar 30 tahun sekali. Karya Padudusan Agung, Segara Kertih, Tawur Balik Sumpah Agung dan Mupuk Pedagingan, itu puncaknya digelar 30 Januari mendatang.

Manggala Karya Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, I Nyoman Oka mengatakan, karya digelar kembali setelah prosesi yang sama digelar 30 tahun silam, tepatnya pada Budha Kliwon Pahang, 1 Oktober 1989. Sedangkan saat ini puncak karya akan berlangsung pada Budha Kliwon Pahang, atau pada Rabu, 30 Januari nanti. Karya ini mengambil tingkatan madyaning utama, lantaran menggunakan 5 ekor kebo (kerbau), dan dipuput 25 sulinggih.

“Tujuan karya ini tiada lain untuk mohon kerahayuan jagadhita. Agar jagat Bali pada umumnya mendapatkan keselamatan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula ada 3 prosesi utama serangkaian karya tersebut. Antara lain melasti lan segara kertih pada Saniscara Umanis Pujut yakni pada 26 Januari. Kemudian tawur agung pada Soma Pon Pahang atau 28 Januari, serta puncak karya pada Budha Kliwon Pahang atau pada 30 Januari.

Sedangkan penggunaan 5 ekor kebo tersebut terbagi pada 3 acara besar. Yakni pada prosesi upacara segara kertih digunakan Kebo Yus Merana, Banteng, dengan pakelem Kebo Ireng. Sedangkan dua kerbau lainnya yakni Kebo Brutuk dan Kebo Anggrek Wulan digunakan pada saat tawur agung.

“Yang kita butuhkan 5 ekor (kerbau), tapi yang kita dapatkan 11 ekor. Bahkan kebo ini tidak membeli, tapi dapat dari orang yang menghaturkan. Maka sisanya 6 ekor, disepakati untuk diuangkan,” imbuh pria asal Banjar Dlodtangluk tersebut.

“Untuk karya ini, seluruh krama dari 13 banjar adat gotong royong membuat sarana upakara banten. Satu banjar lagi, khusus membidangi tapini dan serati banten,” ungkapnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia