Kamis, 17 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

PHDI Bali Imbau Warga Tak Ngaben mulai 20 Januari – 4 April

08 Januari 2019, 20: 16: 32 WIB | editor : I Putu Suyatra

PHDI Bali Imbau Warga Tak Ngaben mulai 20 Januari – 4 April

BISAMA: Wakil Ketua PHDI Provinsi Bali, Ketut Pasek Swastika. (DOK. BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Keputusan Pasamuan Madya, PHDI provinsi Bali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan atiwa-tiwa atau prosesi ngaben sejak tanggal 20 Januari hingga 4 April 2019. Hal itu yang disampaikan Wakil Ketua PHDI Provinsi Bali, Ketut Pasek Swastika, kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (8/1).

Dalam hasil keputusan Pasamuhan Madya Parisada Hindu Dharma Indonesia nomor 01/Pesamuan - Madya / PHDI Bali / VIII/ 2018 dijelaskan bahwa Upacara Panca Wali Krama akan dilaksanakan 6 Maret 2019. Kemudian pemuput upacara dalam Panca Wali Krama tersebut adalah seluruh Sadhaka. " Nah untuk poin no 2 ini disesuaikan dengan Keputusan Sabha Pandita PHDI Nomor: 02/Bhisama/Sabha Pandita Parisada Pusat/Xl 2002 tanggal 28 Oktober 2002," jelas Swastika.

Selain itu ia juga mengimbau jika ada yang meninggal setelah tanggal 20 Januari 2019 maka masyarakat harus melaksanakan prosesi jenazah sesuai ketentuan. Yakni harus segera mekingsan di pertiwi dan dilakukan pada sore hari.

"Kenapa begitu? Hal itu di lakukan untuk kesucian dan keberhasilan Yadnya Panca Wali Krama . ingat dalam prosesi mekinsan tidak diperbolehkan menggunakan tirta pengentas," tegasnya.

Dan bila yang meninggal adalah Sulinggih (dwijati), Pemangku atau mereka yang menurut dresta tidak boleh dipendem, (secepatnya dikremasi, Red) dan juga diperkenankan untuk ngelelet sawa. "Lalu bagaimana yang masih berstatus walaka? Tentu disarankan untuk tidak sampai munggah tumpang salu. Sedangkan bagi Sulinggih (dwijati) dapat dilanjutkan sampai munggah tumpang salu," ujarnya.

Lalu bila memiliki jenazah belum diaben, agar nunas Tirtha Pemarisudha dari Pura Dalem Puri Besakih yang sebelumnya sudah dibagikan kepada seluruh umat Hindu di Bali kemudian dipercikkan ke jenasah dengan terlebih dahulu menghaturkan upacara. "Nah bagaimana untuk masyarakat di luar Bali? Kami mnegimbau saudara kita diluar Bali untuk melaksanakan Yasa Kerti disesuaikan dengan desa kala patra di sana," tegasnya.

Di sisi lain ia juga berharap agar prosesi pancawali krama yang jatuh tepat di tahun politik ini agar tidak ditunggangi pihak yang tak bertanggung jawab. "Kita dan Alam beserta se-Isinya diberikan Kedamaian dan Kesejahteraan,  terhindar dari Mara-Bahaya dan Mala-Petaka.  Kalaupun ada terjadi Bencana Alam sesuai Siklus-Alam, dapat diminimalisir dari Kerusakan dan Korban-Jiwa. Secara Politik, Pemilu berjalan sesuai dengan harapan, damai dan memunculkan pemimpin dan anggota DPR-DPD yang berpihak kepada kebenaran sesuai dengan Ajaran Astha-Bharata dan yang betul. "Menjalankan ajaran Dharma Negara dan Dharma Agama serta memperjuangkan Kesejahteraan Umat dan Rakyat NKRI," tandasnya. 

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia