Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Kolom

Penurunan Harga BBM Non Subsidi Disambut Baik oleh Masyarakat

Oleh: Fatimah Shadiqah*

09 Januari 2019, 11: 28: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra

Penurunan Harga BBM Non Subsidi Disambut Baik oleh Masyarakat

Ilustrasi (ISTIMEWA)

KABAR gembira bagi masyarakat datang dari Pemerintah di awal tahun 2019 ini. PT Pertamina (persero) melakukan penyesuian harga terhadap bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. BBM non subsidi itu turun bervariasi mulai dari Rp 100 hingga 250 per liter. Penyesuaian harga tersebut seiring dengan turunnya harga rata-rata minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pemerintah melaksanakan penyesuaian BBM non subsidi tersebut berlaku mulai Sabtu 5 Januari 2019 pukul 00.00 waktu setempat. Adapun jenis BBM yang mengalami penyesuaian harga yakni Pertalite turun sebesar Rp 150/liter, Pertamax turun sebesar Rp 200/liter, Pertamax Turbo turun sebesar Rp 250/liter, Dexlite turun sebesar Rp 200/liter dan Pertamina Dex turun sebesar Rp 100/liter. Namun, harga baru yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah.

Penurunan harga BBM nonsubsidi ini disambut baik dan mendapatkan respon positif oleh masyarakat disejumlah daerah karena pemerintah dirasa telah memperhatikan perekonomian rakyat, sebab jika harga bbm turun maka akan bersamaan dengan penurunan harga lainnya seperti tarif angkutan dan harga barang kebutuhan.  Sebagai contoh, beberapa SPBU di wilayah Biak, Jember, Pekanbaru dan daerah lainnya sudah mulai mengantri untuk mengisi BBM hingga stok lebih cepat habis dari biasanya. Yang artinya, para konsumen sangat antusias dengan adanya kebijakan pemerintah tersebut.

Kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM nonsubsidi patut disyukuri karena mengurangi beban biaya membeli bahan bakar untuk kendaraan. Dengan adanya penurunan BBM nonsubsidi tersebut, dapat berdampak terhadap penurunan harga barang pokok di pasaran, sehingga masyarakat mendapatkan harga yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Sementara itu, dengan kebijakan penurunan harga BBM nonsubsidi akan menekan biaya kebutuhan warga dalam membeli bahan bakar untuk kendaraan pribadi. Meskipun demikian, Pertamina akan terus mengevaluasi secara berkala harga BBM sesuai dengan dinamika harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah di pasar global

Penurunan harga BBM menjadi cita- cita masyarakat luas Indonesia khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Pemerintah telah berhasil menorehkan kebijakan strategis peduli rakyat di awal tahun ini. Oleh karenanya, kita wajib mengapresiasi pemerintah yang telah berhasil menjawab keresahan masyarakat Indonesia meskipun penurunan yang dilakukan tidak terlalu signifikan. Mudah- mudahan masyarakat Indonesia bisa mengoptimalkan kebijakan ini dan bisa memberikan energi positif kepada pemerintah. (*)

*) Mahasiswa Ekonomi Universitas Jayabaya

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia