Kamis, 17 Jan 2019
baliexpress
icon featured
Features

Korban Banjir Bandang Manfaatkan Kayu Glondongan untuk Perbaiki Rumah

10 Januari 2019, 09: 52: 14 WIB | editor : I Putu Suyatra

Korban Banir Bandang Manfaatkan Kayu Glondongan untuk Perbaiki Rumah

PECAH KAYU: Warga Rabu siang (9/1) kemarin memecah kayu hutan yang terbawa saat banjir bandang di Sungai Biluk Poh, Kelurahan Tegalcangkring, Jembrana. Kayu itu untuk dipakai perbaikan rumah mereka yang rusak. (GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, NEGARA - Kayu gelondongan yang ikut terbawa arus pasca banjir bandang di sepanjang Sungai Biluk Poh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana mulai dimanfaatkan. Setelah mendapat persetujuan dari pihak kehutanan pada saat rapat beberapa waktu lalu. Kayu gelondongan jenis Kajimas dan Kelapa ini rencananya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan perbaikan rumah-rumah warga yang rusak akibat diterjang banjir bandang. Seperti apa?

Kepala Lingkungan Biluk Poh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, I Gede Darmada ditemui Bali Express Rabu (9/1) kemarin menjelaskan, kayu yang dipotong-potong tersebut merupakan kayu hutan yang tersangkut di sisi barat sungai Biluk Poh. "Kayunya akan kami peruntukan untuk perbaikan rumah warga yang rusak terdampak banjir bandang,” ujarnya.

Pemotongan kayu tersebut dijelaskan Darmada setelah pihaknya mendapat persetujuan dari pihak kehutanan saat rapat beberapa waktu lalu. Dimana kayu tersebut hanya diperuntukan bagi warga yang rumahnya terdampak banjir bandang. Pemotongan k ini, dijelaskan Darmada dibuat kedalam berbagai ukuran dan bentuk sesuai peruntukan rumah, seperti dur, usuk dan reng.

 “Kalau tidak ada izin kami tidak berani. Sebelum hari raya Kuningan di desa juga sempat dibahas melalui rapat dengan menghadirkan pihak kehutanan, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan tokoh masyarakat,” jelasnya.

Kayu yang dipotong sambungnya, juga sesuai kesepakatan, dimana pihak kelurahan Tegalcangkring hanya dibolehkan memotong kayu yang ada disisi barat sungai. Sedangkan yang di timur sungai Biluk Poh diperuntukan bagi warga Desa Penyaringan yang terdampak banjir bandang.

Masih menurut Darmada, para pekerja yang memotong kayu ini merupakan warga setempat yang kesehariannya memang bekerja sebagai tukang kayu. Setelah selesai dibentuk, hasilnya akan dibagikan sesuai dengan keperluan warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang.

Dari pantauan koran ini di lokasi siang kemarin, kayu hutan dan kelapa yang dibawa banjir bandang dipotong menggunakan senso. Pemotongan kayu hutan dan kelapa dilakukan di sungai Biluk Poh dengan panjang masing-masing 3 meteran.

(bx/tor/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia