Jumat, 22 Mar 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Lansia di Denpasar akan ‘Digaji’ Rp 500 Ribu Perbulan

11 Januari 2019, 07: 52: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Lansia di Denpasar akan ‘Digaji’ Rp 500 Ribu Perbulan

Made Mertajaya (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR-Serupa Kabupaten Badung, Kota Denpasar juga memiliki program santunan kepada warganya yang tergolong lanjut usia 60 tahun ke atas. Tak hanya lansia biasa, lansia terlantar pun diberikan gaji alias santunan sebesar Rp 500 ribu setiap bulan, lewat program kesejahteraan sosial Kota Denpasar .  

Tahun 2018 santunan tersebut diterima melalui rekening yang dibuatkan langsung oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar. Jumlahnya baru Rp 200 ribu perbulan yang diberikan sekaligus selama satu tahun. Tercatat di tahun 2018 yang mendapatkan santunan dari pemerintah sejumlah 316 orang dengan kriteria minimal berumur 60 tahun dan lansia telantar. “Tahun ini kebijakan Walikota Rai Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara meningkatkan penerimaan santunan lansia yang telah menganggarkan Rp 500 ribu perbulan,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Made Mertajaya yang ditemui di Rumah Berdaya Denpasar, Kamis (10/1).

Lebih lanjut dikatakan peningkatan ini melihat dari kebutuhan hingga membantu dalam segi kesehatan. Program ini, kata dia, tentunya memrioritaskan para lansia terlantar. Diharapkan para lansia dapat terbantu dari segi kesehatan dan kebutuhan sehari-hari. “Tahun ini kami telah mendata kembali lansia di Kota Denpasar dengan jumlah penerima 259 orang,” terangnya.

Dijelaskan pula, jika lansia penerima telah tutup usia, otomatis santunan ini distop. Namun saat akte kematiannya distor, maka akan mendapatkan santunan kematian Rp 1 juta.

Terdapat pula program meningkatkan kesejahteraan lansia lainnya, misalnya memfasilitasi kegiatan posyandu paripurna, hingga memeringati hari lansia dengan berbagai kegiatan produktif. Peningkatan kegiatan ini juga bersinergi dengan instansi terkait Pemkot Denpasar. Dilibatkan pula berbagai pihak melalui peran serta Coorporate Social Responsibility (CSR) guna memberikan bantuan bedah rumah.  “Uang santunan ini akan masuk rekening ahli waris yang bekerjasama dengan Bank BPD Bali, dan bisa digunakan sesuai kebutuhan mereka, serta bisa memakai santunan itu sewaktu-waktu sesuai keperluannya,” jelasnya. 

Ia juga mengingatkan agar masyarakat segera melaporkan jika ada anggota keluarganya terdaftar namun sudah tiada. "Memang, kadang orang yang tercatat menerima santunan ternyata sudah meninggal, dan pihak keluarga sengaja tidak memberikan akta kematian ke pihak kami, tujuannya agar terus mendapat santunan. Hati-hati, itu menyalahi aturan. Maunya untung nanti masuk bui. Makanya kalau si penerima  meninggal segera diurus akta kematiannya agar bisa cair santunan kematian untuk menambah biaya ngaben," tandasnya.

(bx/tya/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia